news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Film The Odyssey, Dir. Christopher Nolan.
Sumber :
  • Universal Pictures

Review Film The Odyssey, Epik Secara Visual, tapi Belum Menangkap Jiwa Mitologi Homer

Setelah sukses besar lewat Oppenheimer yang memenangkan tujuh Academy Awards, Christopher Nolan kembali dengan proyek ambisiusnya, The Odyssey. 
Jumat, 17 Juli 2026 - 12:54 WIB
Reporter:
Editor :

Pandangan serupa juga muncul dari sejumlah media internasional. Richard Brody dari The New Yorker menilai Nolan mengurangi dimensi ritual dan keasingan yang menjadi ciri khas dunia Homer, sehingga film lebih menyerupai drama petualangan modern daripada pengalaman mitologis. 

Sementara itu, ABC News Australia menyebut film ini bergerak sangat cepat dari satu peristiwa ke peristiwa lain sehingga beberapa momen kehilangan ruang untuk meninggalkan kesan mendalam.

Dalam epos Homer, Odysseus bukanlah pahlawan yang dikenang karena kekuatan fisiknya. Berbeda dengan Achilles yang identik dengan kemampuan bertempur, Odysseus dikenal sebagai polymetis atau man of many wiles, sosok yang selalu mengandalkan kecerdikan dan strategi. 

Dialah otak di balik Kuda Troya, orang yang berhasil memperdaya Cyclops Polyphemus dengan menyebut dirinya "Nobody", serta berkali-kali selamat bukan karena mampu mengalahkan musuhnya, melainkan karena mampu berpikir beberapa langkah di depan mereka.

Dalam film Nolan, karakter tersebut terasa sedikit bergeser. Odysseus memang tampil sebagai pemimpin yang tangguh dan petarung yang sangat kompeten. 

Namun kecerdikannya tidak pernah benar-benar menjadi pusat narasi. Ia lebih sering menyelesaikan konflik melalui kemampuan bertarung daripada strategi yang rumit maupun tipu muslihat yang menjadi ciri khasnya dalam mitologi Yunani.

Padahal, justru kecerdikan itulah yang selama ini membedakan Odysseus dari para pahlawan Yunani lainnya.

Di sisi lain, jajaran pemain tetap tampil solid. Matt Damon mampu membawa sisi manusiawi Odysseus sebagai sosok yang kelelahan oleh perang sekaligus dipenuhi kerinduan untuk pulang. Penampilan para pemeran pendukung juga memperkuat skala epik yang dibangun Nolan.

Hal yang sedikit mengejutkan justru datang dari musik garapan Ludwig Göransson.

Secara teknis, komposisinya tetap kuat dan mendukung visual film. Namun dibandingkan kolaborasinya bersama Nolan di Oppenheimer, scoring kali ini terasa kurang memiliki daya dorong emosional yang sama. 

Musik memang hadir untuk mengiringi perjalanan Odysseus, tetapi jarang mencapai titik yang benar-benar mengangkat emosi penonton sebagaimana yang berhasil dilakukan dalam Oppenheimer maupun Dunkirk sehingga dampak emosionalnya belum mampu menyamai karya-karya terbaik Nolan sebelumnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
04:23
02:55
01:22
01:15
02:16

Viral