Review Finding Emily, Romcom Heartfelt yang Bikin Rindu Film Romantis Era 2000-an
- Focus Features
Jakarta, tvOnenews.com - Film Finding Emily yang Disutradarai Alicia MacDonald dan ditulis Rachel Hirons menawarkan premis romansa yang sederhana, tulus, dan hangat.
Tak heran jika banyak kritikus menyebutnya sebagai kebangkitan romcom Inggris klasik yang mengingatkan pada Notting Hill, Love Actually, hingga When Harry Met Sally.
Film ini mengikuti kisah Owen Brompton (Spike Fearn), seorang musisi sekaligus teknisi suara di bar kampus Manchester City University. Suatu malam, ia bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Emily (Sadie Soverall). Keduanya langsung merasa cocok dan menghabiskan malam dengan berbincang serta menari bersama.
Sebelum berpisah, Owen pun meminta nomor ponsel Emily. Namun keesokan harinya Owen baru menyadari nomor tersebut kurang satu digit, membuatnya kehilangan satu-satunya cara untuk menghubungi perempuan yang telah mencuri hatinya.
Meyakini bahwa Emily juga berkuliah di tempat dirinya bekerja sebagai sound engineer, Owen memutuskan untuk mencarinya.
Di tengah pencarian tersebut, Owen bertemu dengan Emily Raine (Angourie Rice), seorang mahasiswi pascasarjana psikologi asal Amerika. Emily Raine menawarkan bantuan untuk menemukan perempuan misterius yang dicari Owen.
Namun, ia memiliki motif tersembunyi yaitu menjadikan Owen sebagai subjek penelitian untuk tesisnya yang berusaha membuktikan bahwa jatuh cinta merupakan bentuk madness yang mendorong seseorang bertindak irasional.
Usahanya dimulai dari memasang poster hingga mengirim email kepada seluruh mahasiswi bernama Emily yang terdaftar di kampus, jumlahnya mencapai 318 orang. Aksi nekat itu justru membuat Owen viral dan dijuluki "Email Guy", memicu perdebatan di media sosial tentang apakah dirinya seorang lelaki yang romantis atau justru sosok yang terlalu obsesif bahkan creepy.
Premis film ini sangat sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatan Finding Emily. Film ini tidak bergantung pada plot twist besar, melainkan pada perkembangan hubungan dua karakter utamanya.
Spike Fearn dan Angourie Rice tampil sangat charming dan likable, menghadirkan chemistry yang terasa alami sejak pertemuan pertama. Percakapan mereka mengalir, candaan terasa spontan, dan momen-momen romantis dibangun secara perlahan tanpa dipaksakan.
Load more