- Bajo Winarno
Festival Dadap, Perlawanan dari Pesisir
Ugi Jahari, salah satu insiator Festival Dadap menyebut festival memang ingin kontekstual pada pengalaman warga Dadap. Karena itu program diarahkan untuk memetakan lingkungan terdekat lewat serangkaian disiplin. Pada festival sebelumnya Irwan kerap mengajak sejumlah eksponen menyusuri pesisir pantai sebagai cara memahamai lingkungan, lalu memaparkan temuannya sebagai “obyek temuan” yang harus diceritakan dengan narasi. Pada festival kali ini kelompok pemantau burung misalnya mengajak warga setempat mengamati jenis jenis burung yang masih ada di pohon pohon bakau yang ada di Pantai Dadap.
Dengan pendekatan yang kontekstual itu, kurasi panggung music pun akhirnya memilih group yang terbiasa memperjuangkan ketidakadilan di ruang publik. Efek Rumah Kaca, Sukatani misalnya dipilih karena kedekatan wilayah tersebut. Saya datang saat penampil masih mencoba tata suara panggung, Al dan Novi, dua personil band Sukatani seperti bersemangat menatap lansekap yang berbeda dengan pemandangan rural agraris di Purbalingga. Setelah chek sound, keduanya segera mengelilingi kampung nelayan, melihat rumah rumah roboh dihantam penurunan muka tanah dan banjir rob, lelehan limbah kerang yang berbau bacin. Mereka juga naik ke tanggul laut menyusuri hingga melihat gedung gedung bertingkat dari perluasan kota baru PIK 1 dan 2.
Ugi menyebut pembiayaan festival semakin mandiri dengan dihidupi dari penjualan kaos setelah sebelumnya sempat dicoba dengan berbagai pola, dengan patungan maupun donatur warga. "Kami sudah menjual 500 kaos, Mas," ujar Ugi. Kini sumber sumber pendanaan lain pun dijajaki dengan syarat tak bertentangan dengan nilai nilai yang diperjuangkan warga Kampung Dadap.
Demikian, Festival Dadap membuktikan kampung nelayan di pinggir Sungai Cisadane ini sesungguhnya entitas yang hidup. Selain Festival Dadap, setiap tahun juga digelar Nadran, ritual sedekah laut yang biasanya diisi seni seni tradisi yang lekat dengan budaya pesisir, seperti wayang kulit dan ketoprak. “Kami senang bisa saling bertemu dengan kegiatan kegiatan ini,”pungkas Ugi.(bwo)