news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Road to INACRAFT 2026.
Sumber :
  • inacraftfestival.com

Hamemayu Hayuning Bawono Warnai Road to INACRAFT 2026, Ratusan UMKM Ramaikan Pameran

Mengusung tema Hamemayu Hayuning Bawana, penyelenggaraan tahun ini mengedepankan konsep sustainable product dan slow fashion. 
Selasa, 21 Juli 2026 - 22:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakart, tvOnenewscom - Road to INACRAFT 2026 menjadi ajang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas akses pasar menjelang penyelenggaraan INACRAFT 2027. 

Kegiatan yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center ini menghadirkan berbagai produk kreatif dari sektor fesyen, kerajinan, hingga kuliner.

Selain menjadi ruang promosi, Road to INACRAFT 2026 juga dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas pelaku UMKM.

Diikuti oleh lebih dari 200 UMKM lokal, para peserta memperoleh kesempatan untuk memahami tren pasar, membangun jejaring bisnis, bertemu calon mitra usaha, serta mempersiapkan diri menembus pasar yang lebih luas.

Mengusung tema Hamemayu Hayuning Bawana, penyelenggaraan tahun ini mengedepankan konsep sustainable product dan slow fashion. 

Slow fashion sendiri merupakan pendekatan yang mendorong produksi dan konsumsi fesyen secara lebih bijak dengan mengutamakan kualitas, ketahanan produk, serta nilai budaya dibanding mengikuti tren yang cepat berganti.

Berbeda dengan fast fashion yang mengandalkan produksi massal, slow fashion lebih menekankan penggunaan produk yang tahan lama, dibuat dalam jumlah terbatas, dan sering kali melibatkan keterampilan perajin lokal serta pemanfaatan wastra tradisional.

Konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta proses produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sejumlah UMKM asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam komunitas Jogja Berkarya turut ambil bagian dengan membawa beragam produk unggulan.

Astarupa menghadirkan kaos batik dan kaos lukis, sementara Ethnic Gendhis menampilkan batik tulis dengan desain etnik. Klamby Kulo membawa produk fesyen dan aksesori, sedangkan Kain Etnik Mama Poenya memperkenalkan busana berbahan wastra Indonesia dengan teknik jahit khas.

Di sektor kerajinan, CFTM memamerkan dompet dan strap berbahan kulit asli. Sementara dari sektor kuliner, Delolie menghadirkan kukis gaplek khas Gunungkidul dan Black Garlic Adimas memperkenalkan produk olahan bawang hitam.

Partisipasi berbagai UMKM tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri kreatif lainnya serta memperluas jaringan pemasaran di tingkat nasional.

Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan Peruri selaku pihak yang turut memfasilitasi keikutsertaan tujuh UMKM binaannya tersebut mengatakan keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan kualitas dan keunikan produknya kepada pasar yang lebih luas.

"Keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 memberikan kesempatan bagi UMKM binaan Peruri untuk memperkenalkan kualitas dan keunikan produknya kepada pasar yang lebih luas. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan usaha, serta mendorong UMKM binaan untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produknya," ujar Adi.

Menurut Adi, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berupa promosi, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring pemasaran, dan pembukaan peluang kerja sama agar UMKM mampu berkembang secara mandiri serta lebih relevan dengan pasar dn trend yang terus berubah.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral