- Magnific/stockking
Paradox of Choice, Fenomena Psikologi yang Bikin Orang Lama Pilih Film tapi Tak Jadi Nonton
Menurut para psikolog, ada beberapa mekanisme yang membuat seseorang kesulitan memilih.
1. Takut salah memilih (decision paralysis)
Semakin banyak pilihan, semakin besar kemungkinan seseorang berpikir bahwa mungkin masih ada film yang lebih bagus jika terus mencari.
Akibatnya, keputusan terus ditunda karena khawatir memilih tontonan yang kurang memuaskan dan akan menghabiskan waktu.
2. Muncul rasa kehilangan (opportunity cost)
Dalam ilmu ekonomi perilaku, memilih satu alternatif berarti melepaskan kesempatan menikmati alternatif lainnya.
Saat seseorang memilih satu film, ia secara otomatis kehilangan kesempatan menonton ribuan judul lain yang mungkin lebih menarik. Semakin banyak pilihan, semakin besar pula rasa kehilangan tersebut.
3. Takut menyesal (anticipated regret)
Banyak orang mulai membayangkan kemungkinan terburuk sebelum mengambil keputusan. Misalnya, muncul pikiran seperti "bagaimana jika film ini membosankan?", atau "bagaimana jika ternyata filmnya bukan selera saya?"
Rasa takut menyesal inilah yang sering membuat seseorang memilih untuk tidak memilih sama sekali.
4. Ekspektasi menjadi terlalu tinggi
Ketika tersedia ratusan bahkan ribuan film, otak mulai menganggap bahwa pasti ada satu film yang benar-benar sempurna untuk ditonton. Akibatnya, film yang sebenarnya sudah cukup bagus justru terasa biasa saja karena dibandingkan dengan ekspektasi yang terlalu tinggi.
5. Kelelahan mengambil keputusan (decision fatigue)
Sepanjang hari manusia telah membuat banyak keputusan, mulai dari pekerjaan, makanan, hingga urusan rumah tangga.
Menurut penelitian psikologi, kondisi yang dikenal sebagai decision fatigue membuat kapasitas mental untuk mengambil keputusan semakin menurun. Saat malam hari, memilih tontonan sederhana pun dapat terasa melelahkan.
Apa yang terjadi di otak?
Penelitian menggunakan pencitraan otak menunjukkan bahwa proses memilih melibatkan prefrontal cortex, yaitu bagian otak yang berperan dalam perencanaan, pertimbangan, dan pengambilan keputusan.
Semakin banyak alternatif yang harus dibandingkan, semakin besar pula beban kerja area tersebut. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan mental sehingga lebih sulit menentukan pilihan.
Di sisi lain, sistem penghargaan (reward system) di otak terus mengevaluasi kemungkinan adanya pilihan yang lebih baik. Proses ini membuat seseorang terdorong untuk terus scrolling dibandingkan segera memutuskan.