- BPJS Kesehatan
Nyaris Jual Rumah untuk Berobat, Sudarno Bersyukur Adanya JKN
Selama menjalani pengobatan, Sudarno harus berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medisnya. Ia pernah menjalani rawat inap selama 17 hari di salah satu rumah sakit di Sukabumi, kemudian dirawat selama dua minggu di rumah sakit lainnya, hingga akhirnya menjalani perawatan selama 27 hari di rumah sakit di Bandung.
"Setelah menjalani perawatan tersebut, dokter meminta saya untuk menjalani istirahat total selama satu tahun. Hingga saat ini saya juga masih rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter," jelasnya.
Meski harus menjalani perawatan dalam waktu yang panjang, Sudarno mengaku tidak mengeluarkan biaya sedikit pun selama proses pengobatan berlangsung. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, Sudarno juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit.
"Selama menjalani perawatan, alhamdulillah tidak sepeser pun saya mengeluarkan uang. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Perawat dan dokternya sangat baik, ramah, dan profesional. Saya merasa mendapatkan pelayanan yang terbaik selama menjalani pengobatan," katanya.
Selain pelayanan kesehatan, Sudarno juga mengaku terbantu dengan berbagai layanan administrasi yang disediakan BPJS Kesehatan. Ia mengatakan kerap mendapatkan bantuan dari Kader JKN ketika membutuhkan layanan administrasi sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
"Saya juga sering dibantu oleh Kader JKN ketika membutuhkan pelayanan administrasi. Jadi saya tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor cabang BPJS Kesehatan," ujarnya.
Sudarno berharap BPJS Kesehatan dapat terus memperluas jangkauan pelayanannya kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi seperti layanan BPJS Keliling dan keberadaan Kader JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Harapan saya pelayanan BPJS Kesehatan semakin luas lagi. Saat ini sudah sangat baik dengan adanya BPJS Keliling dan Kader JKN. BPJS Kesehatan sangat penting bagi semua kalangan masyarakat, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang dan saat sakit kita tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan," pungkasnya. (rpi)