- EssilorLuxottica.
Dokter Mata Jelaskan Cara Memperlambat Perkembangan Miopia pada Anak
Jakarta, tvOnenews.com – Gangguan penglihatan berupa miopia atau rabun jauh pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan mata yang semakin mendapat perhatian. Kondisi ini tidak hanya membuat anak kesulitan melihat objek dari kejauhan, tetapi juga berpotensi terus memburuk jika tidak ditangani sejak dini.
Dokter Spesialis Mata Anak, dr. Indah Saraswati, BMEDSc(Hons), menjelaskan bahwa banyak orang tua mengira penggunaan kacamata biasa sudah cukup untuk mengatasi miopia. Padahal, menurutnya, kacamata konvensional hanya membantu memperjelas penglihatan tanpa menghentikan perkembangan kondisi tersebut.
Menurut dr. Indah, pada penderita miopia, bayangan dari penglihatan perifer jatuh di belakang retina. Hal itu membuat otak memberikan sinyal agar bola mata terus memanjang sehingga seluruh bayangan dapat difokuskan ke retina. Proses inilah yang menyebabkan mata minus terus bertambah.
Untuk menghambat mekanisme tersebut, kini telah dikembangkan lensa dengan teknologi defocus lens yang bekerja dengan mengarahkan fokus penglihatan perifer ke dalam retina sehingga rangsangan pemanjangan bola mata dapat dikurangi.
"Kalau memakai kacamata biasa, lensa hanya memfokuskan penglihatan sentral. Sementara itu, penglihatan perifer tetap jatuh di belakang bola mata sehingga otak menstimulasi bola mata menjadi lebih panjang. Inilah yang coba diatasi oleh defocus lens," jelas dr. Indah di Jakarta.
Ia mengatakan, teknologi tersebut terus berkembang, salah satunya melalui pendekatan Highly Aspheric Lenslet Target (HALT) yang dirancang untuk memberikan kontrol lebih baik terhadap perkembangan miopia.
Berbeda dengan teknologi defokus generasi sebelumnya yang hanya memiliki area defokus kecil di bagian perisentral, teknologi HALT menggunakan 11 cincin (rings) yang terdiri atas sekitar 1.021 lenslet. Susunan ini membantu mengarahkan cahaya dari penglihatan perifer secara lebih optimal ke retina sehingga menghasilkan efek defokus yang lebih efektif.
"Teknologi ini sudah jauh lebih maju. Penelitian menunjukkan bahwa lensa dengan teknologi HALT mampu memperlambat pemanjangan bola mata hingga 67 persen," ujar dr. Indah.
Sementara itu, Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz, mengatakan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata anak menjadi salah satu langkah penting dalam mengendalikan perkembangan miopia.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan alat bantu penglihatan, tetapi juga harus dibarengi pemeriksaan rutin, edukasi kepada keluarga, serta intervensi sejak dini.
"Miopia dapat dikelola melalui intervensi dini, kebiasaan menjaga kesehatan mata yang lebih baik, serta pilihan perawatan yang dirancang untuk memperlambat perkembangan miopia dari waktu ke waktu. Healthy Vision Day merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami dalam membuat edukasi dan kesadaran tentang miopia menjadi lebih mudah diakses, relevan, dan dapat ditindaklanjuti oleh keluarga," pungkasnya.
"Dengan menghadirkan edukasi berbasis bukti secara langsung kepada keluarga, kami bertujuan membantu orang tua dan anak-anak mengenali pentingnya manajemen miopia sejak dini, sekaligus memberikan mereka rasa percaya diri untuk mengambil langkah proaktif demi hasil kesehatan penglihatan yang lebih baik," lanjutnya.
Kegiatan Healthy Vision Day sendiri menghadirkan pemeriksaan mata gratis bagi anak-anak. Dalam kegiatan itu, peserta juga diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif melalui konsep gamifikasi agar proses pemeriksaan mata terasa lebih menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa takut.
Para ahli mengingatkan bahwa pemeriksaan mata secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Dengan diagnosis yang lebih cepat, pilihan penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi anak sehingga risiko perkembangan miopia yang lebih berat di kemudian hari dapat ditekan. (cmi)