- ANTARA
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, KDM: Modern, Terintegrasi, dan Berkeadilan
"Jawa Barat harus adil. Kota-kota besar berkembang, tetapi desa-desa juga harus merasakan pembangunan. Infrastruktur dasar wajib menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
*Solusi Jangka Panjang Atasi Kemacetan*
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa Kawasan Cekungan Bandung memiliki tingkat mobilitas dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi.
Sayangnya, hal ini sering kali diiringi masalah kemacetan yang merugikan produktivitas, meningkatkan biaya logistik, dan menurunkan kualitas lingkungan.
Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan _Indonesia Mass Transit Project_ sebagai solusi jangka panjang untuk menata pergerakan masyarakat secara lebih efisien.
"_Groundbreaking_ hari ini menjadi tonggak sejarah dalam mewujudkan transportasi publik modern. Kita ingin menghadirkan angkutan umum yang nyaman, aman, tepat waktu, terjangkau, dan terintegrasi sehingga menjadi opsi utama mobilitas masyarakat," ujar Dudy.
Ia memaparkan, BRT nantinya akan menjadi tulang punggung mobilitas yang terhubung langsung dengan kereta api dan angkutan pengumpan _(feeder)_.
Penandatanganan PSO juga dipastikan menjamin keberlangsungan operasional layanan dengan tarif yang terjangkau bagi semua kalangan.
*Rincian Proyek BRT Cekungan Bandung*
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, program BRT Cekungan Bandung didukung pendanaan dari Pemerintah Indonesia, World Bank, dan _Agence Française de Développement_ (AFD).
Proyek _Mastran_ secara nasional memiliki nilai pembiayaan mencapai USD264 juta (sekitar Rp3,8 triliun). Khusus untuk pembangunan infrastruktur BRT di Cekungan Bandung, total investasi dialokasikan sebesar Rp1,3 triliun yang mencakup:
- Pembangunan 21 kilometer jalur khusus BRT.
- Pembangunan 6 depo utama BRT.
- Pembangunan 719 halte _off-corridor_ dan 34 halte _on-corridor_.
- Penerapan _Intelligent Transportation System_ (ITS) untuk mendukung integrasi layanan.
Aan merinci, pembangunan tahap pertama difokuskan pada halte _off-corridor_, Depo Cicaheum, Depo Leuwipanjang, dan jalur utama BRT.
Tahap berikutnya akan menyasar pembangunan halte ikonik di Tegalega, Alun-alun Bandung, Stasiun Hall, Kiara Artha Park, serta depo tambahan di Cimenyan, Padalarang, Soreang, dan Majalaya.
Ke depannya, sistem BRT ini ditargetkan memiliki waktu tunggu (_headway_) maksimal 7 menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk.