news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi foto3.
Sumber :
  • Istimewa

RRI Dipadati Ratusan Aktivis, ADK Show Hadirkan Roasting dan Diskusi Demokrasi

Sejumlah tokoh nasional, aktivis lintas generasi, akademisi, hingga jurnalis turut menghadiri acara yang dikemas dalam suasana santai, tetapi sarat dengan diskusi mengenai demokrasi, politik, dan kritik.
Senin, 27 Juli 2026 - 16:22 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Suasana Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Pusat di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, mendadak ramai pada Minggu (26/7/2026). Ratusan aktivis dari berbagai daerah memadati kompleks lembaga penyiaran publik tersebut. Kehadiran mereka bukan untuk menggelar aksi unjuk rasa, melainkan menghadiri acara bertajuk Reuni Aktivis in the ADK (Arena Demokrasi dan Kritik) Show.

Kegiatan tersebut digagas politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung sekaligus menjadi bagian dari peringatan ulang tahunnya yang ke-55. Sejumlah tokoh nasional, aktivis lintas generasi, akademisi, hingga jurnalis turut menghadiri acara yang dikemas dalam suasana santai, tetapi sarat dengan diskusi mengenai demokrasi, politik, dan kritik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan jamuan makan malam bersama. Setelah itu, acara dipandu oleh Mamat Alkatiri dan Eva Purbasari yang menghadirkan suasana hangat melalui berbagai sesi, mulai dari roasting, penyampaian testimoni, peluncuran buku, hingga pertunjukan musik bertema kebangsaan.

Istri mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 1998–2004, Akbar Tandjung, yakni Nina Akbar Tandjung, menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan politik Ahmad Doli. Menurut dia, Doli merupakan salah satu kader yang tumbuh melalui pembinaan Akbar Tandjung.

Dalam sambutannya, Nina mengingatkan bahwa politik harus dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menilai demokrasi memerlukan keteraturan meskipun berbagai dinamika politik terus berkembang.

"Janji-janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat harus diwujudkan. Itu yang sedang dinantikan rakyat," ujar Nina.

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa turut memberikan kesaksian mengenai pengalamannya bekerja sama dengan Ahmad Doli saat membahas penyusunan Undang-Undang tentang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sementara itu, Guru Besar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyebut Ahmad Doli sebagai representasi kader Partai Golkar sekaligus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Meski demikian, ia melontarkan kritik ringan yang mengundang gelak tawa para peserta.

"Saya melihat Doli kurang memiliki sense of humor," kata Siti.

Ia juga menyarankan agar Doli lebih sering berinteraksi dengan masyarakat di tingkat akar rumput serta meningkatkan pola komunikasinya.

"Termasuk jika menerima pesan melalui WhatsApp, sebaiknya segera dibalas," ujarnya.

Aktivis senior Fachry Ali menilai Ahmad Doli merupakan figur yang mampu menjadi rujukan di tengah situasi politik yang dinilai semakin kompleks.

"Ketika politik praktis sering menghadirkan ketidakpastian, masyarakat membutuhkan figur yang dapat menjadi pegangan. Salah satunya Ahmad Doli Kurnia Tandjung," ujar Fachry.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta ialah roasting yang menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai kalangan. Mereka antara lain Bursah Zarnubi, Hendri Satrio, Akbar Faisal, Setiyardi Budiono, Mardani Ali Sera, Syukur Mandar, Syahganda Nainggolan, Titi Anggraini, Feri Amsari, Budiman Tanuredjo, Arifin Iskandar, dan Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai seseorang yang bersedia menjadi objek roasting menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan perbedaan pandangan.

"Kalau ada seseorang yang mau di-roasting, itu artinya dia masih punya akal sehat dan keberanian menerima kritik," ujar Rocky.

Pada sesi tersebut, Rocky juga memancing tawa peserta ketika menyinggung berbagai kepanjangan akronim MBG. Beragam istilah dilontarkan, tetapi seluruhnya tetap berujung pada kata "Golkar", sementara huruf "B" diisi dengan sejumlah variasi, seperti "Bersama" maupun "Bersih-Bersih".

Jurnalis senior Budiman Tanuredjo turut mengapresiasi produktivitas Ahmad Doli dalam menulis. Hingga kini, Doli telah menerbitkan 14 buku yang memuat gagasan mengenai politik dan kebangsaan.

"Kita membutuhkan politisi seperti Ahmad Doli Kurnia yang tidak hanya aktif menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga konsisten menyampaikan pemikirannya melalui karya tulis," kata Budiman.

Pada penghujung acara, Ahmad Doli meluncurkan empat buku terbarunya. Ia berharap karya tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.

Doli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta roasting, dan rekan-rekan aktivis yang telah memberikan kritik maupun masukan selama acara berlangsung.

"Saya merasa tetap menjadi seorang aktivis. Karena itu, saya ingin terus membuka diri terhadap kritik dan saran. Saya tidak ingin menjadi pribadi yang antikritik," kata Ahmad Doli.

Menurut dia, ADK Show bukan sekadar forum silaturahmi antaraktvis, melainkan juga ruang refleksi untuk mengevaluasi diri melalui berbagai pandangan yang disampaikan para peserta.

"Masukan yang saya terima menjadi bekal berharga untuk memperbaiki diri. Saya berterima kasih kepada keluarga besar para aktivis yang hadir pada malam ini," ujarnya.
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:15
01:56
01:47
02:04
02:13
01:16

Viral