news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deddy Corbuzier.
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier Ikut Komentari soal Putri Korban Pengeroyokan di Bali, Janji Beri Bantuan Tanpa Kamera

Deddy Corbuzier ikut menyoroti kasus pengeroyokan di Bali setelah melihat putri korban menangis histeris. Janji beri bantuan.
Senin, 27 Juli 2026 - 22:50 WIB
Reporter:
Editor :
<p>
tvOnenews.com - Kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai dituduh mencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali, terus menyita perhatian publik.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, perhatian masyarakat kini tertuju pada nasib keluarga korban, terutama putri bungsunya yang viral karena menangis histeris saat prosesi pemakaman sang ayah.

Video yang memperlihatkan kesedihan bocah tersebut menyebar luas di media sosial dan mengundang simpati dari berbagai kalangan.

Salah satu tokoh publik yang ikut memberikan perhatian adalah Deddy Corbuzier, yang menyatakan kesiapannya untuk membantu sang anak tanpa mengaitkannya dengan kepentingan publikasi.

Peristiwa memilukan itu terekam dalam video yang beredar di berbagai platform media sosial. Saat jenazah KD hendak dimakamkan, putri bungsunya tampak tak kuasa menahan kesedihan.

Sambil menangis, bocah perempuan itu terus memanggil ayahnya.

"Bapak, bapak, bapak,"

Tangisan tersebut menyentuh hati banyak orang. Dalam video yang viral, sang anak bahkan terlihat harus dipapah oleh orang dewasa karena tak sanggup menahan duka saat mengantar ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir.

Momen itu menjadi simbol besarnya dampak yang ditimbulkan sebuah tindakan kekerasan, bukan hanya bagi korban yang meninggal dunia, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan.

Video tersebut kemudian menarik perhatian Deddy Corbuzier.

Melalui kolom komentar pada unggahan yang membahas peristiwa itu, presenter dan podcaster tersebut menyampaikan niatnya untuk membantu putri korban.

"Bawa anaknya ke saya. No content, no camera. I'll fix her,"

Pernyataan tersebut langsung mendapat banyak respons positif dari warganet.

Banyak yang mengapresiasi sikap Deddy karena menegaskan bahwa bantuan itu tidak akan dijadikan konten ataupun bahan publikasi.

Ungkapan "No content, no camera" juga dipandang sebagai bentuk komitmen bahwa bantuan diberikan murni atas dasar kepedulian terhadap kondisi psikologis anak yang baru saja kehilangan ayahnya.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai bentuk bantuan lanjutan ataupun apakah pihak keluarga telah berkomunikasi dengan Deddy Corbuzier.

Kasus ini bermula pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

KD diduga tertangkap saat hendak membawa seekor ayam milik warga bernama I Wayan Adi Suteja.

Menurut kepolisian, kawasan tersebut memang sempat diwarnai keresahan akibat maraknya kehilangan ternak ayam dalam beberapa waktu terakhir.

Setelah aksinya diketahui warga, KD diamankan. Namun situasi berubah menjadi aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tak hanya itu, massa juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan KD sebelum akhirnya petugas datang mengamankan lokasi.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain:

- seekor ayam yang diduga menjadi sasaran pencurian

- sebilah golok

- sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan uang tunai

- bangkai sepeda motor yang telah terbakar.

Polisi juga terus mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam perkembangan terbaru, Polres Tabanan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan tersebut. 

Penyidik juga melakukan ekshumasi terhadap jenazah KD untuk memastikan penyebab pasti kematian dan memperkuat pembuktian dalam proses hukum.

Meski korban diduga melakukan pencurian, kepolisian menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tetap tidak dapat dibenarkan.

Kepala Subbidang Penmas Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengingatkan masyarakat agar menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum."

Pernyataan tersebut sejalan dengan prinsip negara hukum, di mana setiap orang berhak mendapatkan proses hukum yang adil tanpa adanya kekerasan dari masyarakat.

Selain proses pidana, kasus ini juga membuka perhatian terhadap dampak psikologis yang dialami anak korban.

Psikolog anak pada umumnya menjelaskan bahwa kehilangan orang tua secara mendadak akibat peristiwa traumatis dapat memicu berbagai gangguan emosional, seperti kesedihan berkepanjangan, kecemasan, gangguan tidur, hingga trauma apabila tidak memperoleh pendampingan yang memadai.

Karena itu, dukungan dari keluarga, lingkungan sekitar, maupun tenaga profesional menjadi bagian penting dalam proses pemulihan psikologis anak.

Perhatian yang diberikan berbagai pihak, termasuk tokoh publik, masyarakat, hingga lembaga negara, diharapkan tidak berhenti pada simpati semata, tetapi juga diwujudkan melalui pendampingan jangka panjang agar masa depan anak-anak korban tetap terjaga.

Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan main hakim sendiri tidak hanya merenggut nyawa seseorang, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Proses hukum terhadap dugaan pencurian maupun dugaan pengeroyokan kini masih terus berjalan, sementara publik berharap seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses secara adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral