- Facebook Keluarhan Paya Pasir
Omak! Sebelum Viral “Ciyee Curhat”, Syerly Pernah Didemo Warga dan Diminta Dicopot dari Jabatan Lurah
tvOnenews.com - Satu celetukan singkat di tengah kunjungan kerja Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendadak membawa nama Lurah Paya Pasir, Syerly, menjadi sorotan publik.
Ucapan “Ciyee, curhat dia bah” yang terlontar ketika seorang warga menyampaikan persoalan keamanan dan minimnya penerangan jalan, menyebar luas di media sosial serta memicu kritik terhadap sikap seorang pejabat publik dalam merespons aspirasi masyarakat.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, pada Selasa (28/7/2026), itu kemudian tidak berhenti sebagai polemik di ruang digital.
Inspektorat Kota Medan memanggil Syerly untuk memberikan klarifikasi dan menyimpulkan adanya indikasi pelanggaran kode etik. Langkah pembinaan disiplin pun direkomendasikan sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut.
Profil dan Rekam Jejak Syerly sebagai ASN
Syerly, S.Pd., M.AP., merupakan Aparatur Sipil Negara atau ASN yang dipercaya menjabat sebagai Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Latar belakang pendidikannya mencakup gelar Sarjana Pendidikan serta Magister Administrasi Publik.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai lurah, Syerly membawahi sembilan lingkungan di wilayah Kelurahan Paya Pasir.
Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi hingga penanganan persoalan lingkungan dan koordinasi pembangunan di tingkat kelurahan.
Sebelum bertugas di Paya Pasir, Syerly diketahui pernah mengemban amanah sebagai Lurah Terjun. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
- Tangkapan layar
Namun, perjalanan Syerly sebagai pejabat kelurahan juga sempat diwarnai sorotan warga. Pada Selasa (9/12/2025), puluhan warga yang didominasi ibu rumah tangga mendatangi Kantor Camat Medan Marelan. Mereka menyampaikan tuntutan agar Syerly dievaluasi dan diganti dari jabatannya.
Aksi tersebut berkaitan dengan keluhan warga mengenai respons pemerintah kelurahan saat sejumlah wilayah di Paya Pasir dilanda banjir.
Seorang warga Lingkungan 8 bernama Syahdan menyampaikan kekecewaan terhadap sikap yang dinilai kurang responsif terhadap warga terdampak.
“Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah enggak hadir, bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah ia marah sembari mengancam tak akan ada lagi berikan bantuan ke warga lingkungan kami. Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja,” kata Syahdan saat aksi berlangsung.