- Ilustrasi AI Gemini
Siap Hadapi Fenomena El Nino, Bulog Sulselbar Salurkan Bantuan untuk Persediaan 3 Bulan
Jakarta, tvOnenews.com- Fenomenas El Nino sudah jauh-jauh hari disampaikan BMKG dan BNPB. Setiap daerah pun perlu melakukan langkah antisipatif.
- dok.kolase tvOnenews.com /rs pondok indah/ums.ac.id
Langkah tersebut, seperti yang dilakukan Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) yang menyalurkan bantuan pangan hingga tiga bulan ke depan. Disebutkan jadi langkah mengantisipasi dampak kemarau ekstrem atau El Nino.
Seperti disampaikan Bulog Sulselbar kalau bantuan ini, sudah disiapkan untuk tiga bulan, terhitung Juli sampai September. Namun bantuannya, didistribusi mulai disalurkan pada Agustus 2026.
Dalam keterangannya, Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi di Makassar, Jumat, menyampaikan fenomena alam berupa El Nino mengakibatkan lahan pertaniandi beberapa lokasi mengalami kekeringan.
- dok.ilustrasi AI
Sebagai disampaikan BMKG kalau puncak musim kemarau, sebagian besar diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026 sebanyak 369
ZOM yang mencakup 48,84% luas daratan Indonesia.
Jika dibandingkan dengan klimatologisnya, puncak musim di Indonesia umumnya diprediksi SAMA terhadap normalnya di 377 ZOM (38,15% luas daratan Indonesia).
"Kita mengantisipasi, jangan sampai ada kekurangan beras di masyarakat. Terutama antisipasi adanya kenaikan harga," ujarnya.
Sehubungan dengan bantuan ini, Pemerintah kata Bulog telah menentukan berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar. Ditentukan, bantuan pangan tanpa minyak untuk menjaga pasokan minyak di masyarakat secara umum dan mengisi pasar-pasar di tengah masyarakat.
"Jadi perbedaannya memang minyak goreng tidak diberikan, ini nanti disiapkan untuk mengisi pasar-pasar. Supaya tidak ada kelangkaan seperti semester kemarin," ujar Fahrurozi dalam antara, Jumat (31/7).
Langkah ini berbeda dari biasanya yang hanya dibagikan dua kali atau dua bulan, namun karena fenomena El Nino, maka pemerintah menambah kuantitas pembagian bantuan pangan menjadi tiga bulan dengan masing-masing 10 kg per alokasi setiap bulannya atau 30 kg.
"Perbedaannya adalah untuk alokasi ini tidak ada minyak goreng. Kita salurkan hanya beras saja," ujarnya.
Sejauh ini Bulog Sulselbar mencatat stok minyak kita sebanyak 1,4 juta liter yang dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sulselbar hingga dua pekan ke depan.
Disampaikan juga, kalau Bulog tengah mengutamakan intervensi ke pasar-pasar kabupaten untuk stabilisasi harga minyak.(klw)