news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral Pemuda Pekalongan Ngaku Dibegal dan Tebas Jari Pelaku, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Viral Pemuda Pekalongan Ngaku Dibegal dan Tebas Jari Pelaku, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Pemuda Pekalongan viral setelah mengaku dibegal dan menebas jari pelaku. Polisi mengungkap cerita itu hanya rekayasa konten dengan properti
Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:49 WIB
Reporter:
Editor :

Jari Ternyata Wortel, Darah Dibuat dari Tinta

Dalam pemeriksaan, BW mengakui bahwa video tersebut dibuat untuk mendapatkan pengakuan dari teman-temannya. Ia ingin terlihat berani dan dianggap hebat atau “jagoan” di lingkungan pergaulannya.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang yang digunakan sebagai properti. Barang tersebut antara lain sebilah samurai beserta sarungnya, potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari, pakaian yang dibuat seolah-olah terkena sabetan, serta cairan atau tinta berwarna yang digunakan untuk menciptakan kesan seperti darah.

Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Warsito menjelaskan bahwa benda yang sempat diklaim sebagai jari pelaku ternyata bukan bagian tubuh manusia.

“Potongan jari itu bukan jari manusia, melainkan wortel yang dibentuk menyerupai jari. Samurai yang ditampilkan juga milik pribadi,” ujar Warsito.

Menurut hasil pemeriksaan, samurai tersebut telah dimiliki BW selama beberapa tahun. Sementara potongan wortel ditemukan di sekitar rumah setelah sebelumnya digunakan sebagai bagian dari adegan.

BW mengaku video awalnya hanya diunggah melalui status WhatsApp dan berada di sana sekitar lima menit sebelum dihapus. Namun, rekaman tersebut telah lebih dahulu dilihat dan disimpan oleh sejumlah orang hingga akhirnya menyebar ke berbagai platform media sosial.

“Saya buat konten bohongan tentang kasus pembegalan. Saya upload di status WhatsApp, cuma sekitar lima menit. Setelah ada yang melihat saya hapus, tetapi besoknya ternyata sudah viral,” ujar BW.

Ia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.

Polisi Dalami Dugaan Penyebaran Berita Bohong

Polres Pekalongan masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam pembuatan dan penyebaran video tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan keluarga, pemerintah desa, serta unsur terkait untuk menentukan langkah lanjutan.

Kapolres Rachmad mengatakan pihaknya sementara mengedepankan langkah pembinaan. Namun, proses pendalaman tetap dilakukan untuk mengetahui dampak dan konsekuensi hukum dari informasi palsu yang telah menyebar luas.

“Yang bersangkutan sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan akan mengedepankan pembinaan. Jika diperlukan, akan dibuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Rachmad, pada awak media.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
25:30
06:26
01:30
02:16
00:56

Viral