- IFW.
Keren, Italia Bidik Garut Jadi Pusat Industri Mode dan Kulit
Ia juga menyinggung pencalonan The Art of Italian Footwear sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, yang apabila disetujui akan menjadi pengakuan pertama di dunia untuk sektor kerajinan alas kaki.
Dari sisi perdagangan, Relationship Manager SACE untuk Asia Tenggara dan Oseania, Cristina Colussi, mengungkapkan bahwa ekspor Italia ke Indonesia mencapai 2,25 miliar euro pada 2025, meningkat sekitar 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor mode, termasuk mesin manufaktur, tekstil, dan kulit, menjadi salah satu kontributor penting dalam pertumbuhan tersebut.
“Indonesia adalah salah satu pasar pertumbuhan paling dinamis di Asia Tenggara bagi ekspor Italia. Basis manufaktur tekstil, kulit, dan alas kaki di sini menciptakan permintaan nyata terhadap teknologi dan material dari Italia, dan prioritas lokal ini sejalan dengan keunggulan Italia di bidang mesin, material, dan pengetahuan industri,” kata Cristina Colussi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat APRISINDO, Henny Setiadi, menilai kolaborasi lintas negara menjadi kesempatan untuk meningkatkan daya saing industri alas kaki nasional.
“Kolaborasi dengan mitra Italia membuka peluang bagi pelaku industri alas kaki dan kulit Indonesia untuk naik kelas — baik dari sisi teknologi, standar kualitas, maupun akses pasar global. Kekayaan budaya dan keragaman alam Indonesia adalah modal besar yang bisa kami padukan dengan keunggulan teknologi dan jejaring Italia,” kata Henny Setiadi. (cmi)