news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Produksi Benang Tekstil.
Sumber :
  • AI Generate Image

Industri TPT Menguat, Investasi Semester I-2026 Tumbuh 11,85 Persen

Nilai ekspor tekstil dan pakaian jadi pada Januari-Mei 2026 mencapai US$4,85 miliar, meningkat 1,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$4,77 miliar.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) nasional mencatat pertumbuhan 6,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,35 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan industri TPT juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen serta industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,32 persen pada triwulan II-2026.

Seiring dengan itu, nilai investasi di sektor TPT terus meningkat. Hingga semester I-2026, investasi industri tekstil dan pakaian jadi mencapai Rp11,40 triliun atau naik 11,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,19 triliun.

Investasi pada industri tekstil meningkat dari Rp6,05 triliun menjadi Rp6,78 triliun. Sementara investasi industri pakaian jadi naik dari Rp4,14 triliun menjadi Rp4,62 triliun.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ian Syarif menilai pertumbuhan industri yang diikuti peningkatan investasi menunjukkan sektor TPT mulai memasuki fase pemulihan.

"Pertumbuhan 6,36 persen menunjukkan bahwa industri tekstil dan pakaian jadi masih memiliki daya tahan dan ruang ekspansi. Setelah menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir, industri ini kembali tumbuh lebih cepat daripada perekonomian nasional dan industri pengolahan nonmigas," kata Ian.

Selain investasi, kinerja perdagangan sektor TPT juga masih mencatat surplus. Nilai ekspor tekstil dan pakaian jadi pada Januari-Mei 2026 mencapai US$4,85 miliar, meningkat 1,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$4,77 miliar.

Pada periode yang sama, impor naik dari US$3,41 miliar menjadi US$3,58 miliar. Meski demikian, industri TPT masih membukukan surplus perdagangan sekitar US$1,27 miliar, lebih rendah dibandingkan surplus sekitar US$1,37 miliar pada Januari-Mei 2025.

Berdasarkan data Sakernas yang diolah, industri TPT juga menyerap sekitar 3,86 juta tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,01 juta orang bekerja di industri tekstil dan sekitar 2,84 juta orang di industri pakaian jadi.

Ian mengingatkan bahwa kenaikan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor perlu menjadi perhatian agar daya saing industri tetap terjaga.

"Surplus US$1,27 miliar membuktikan bahwa industri TPT masih menjadi penghasil devisa. Akan tetapi, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa impor tumbuh lebih cepat dan surplus mengalami penyempitan," ujarnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:25
17:23
05:42
00:57
02:03
01:02

Viral