- Unsplash/Fadrian Dwiki Maulanda
Target 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih Dinilai Perlu Diikuti Pengelolaan Berkelanjutan
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029. Pada 2026, sebanyak 1.369 KNMP ditargetkan dibangun di 65 lokasi yang tersebar di 25 provinsi.
Target tersebut mendapat dukungan dari akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik Universitas Esa Unggul, Dr. Iswadi, M.Pd. Ia menilai pembangunan KNMP dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan jika dilaksanakan melalui perencanaan dan pengelolaan berkelanjutan.
Dari target 1.369 KNMP pada 2026, pembangunan tahap pertama di 65 lokasi telah rampung 100 persen. Sebanyak 35 lokasi tahap kedua ditargetkan selesai secara bertahap pada Agustus 2026. Sementara 1.269 lokasi lainnya telah selesai menjalani proses verifikasi.
Iswadi menilai target 5.000 KNMP hingga 2029 menunjukkan skala program yang besar. Ia mengatakan target tersebut perlu diikuti perencanaan terukur agar pembangunan kampung nelayan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur.
"Skala target 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029 adalah angka yang sangat ambisius, dan justru itulah yang harus kita apresiasi. Pemerintah tidak bermain aman dengan target moderat, tetapi menetapkan skala yang benar-benar mampu mengubah wajah desa pesisir Indonesia. Bagi saya sebagai pengamat kebijakan publik, target yang ambisius disertai perencanaan yang terukur adalah tanda kepemimpinan yang serius, bukan sekadar retorika," ujar Dr. Iswadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
KNMP dirancang sebagai kawasan yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat nelayan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi. Fasilitas yang disiapkan meliputi dermaga, pabrik es, cold storage, docking kapal, hingga sentra kuliner.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan nelayan mulai dari pendaratan hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Pengelolaan KNMP juga dilakukan melalui koperasi nelayan. Skema tersebut menempatkan nelayan sebagai pihak yang ikut mengelola aset dan kegiatan ekonomi di kawasan masing-masing.
Iswadi menilai model koperasi dapat memperkuat kapasitas kelembagaan nelayan. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga terlibat dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan ekonomi.
"Pengelolaan lewat koperasi nelayan adalah pilihan yang sangat tepat. Ini bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi soal membangun kapasitas nelayan sebagai subjek ekonomi. Nelayan diajak berorganisasi, mengelola aset bersama, mengambil keputusan bisnis kolektif. Dari sudut pandang pengembangan sumber daya manusia, pendekatan seperti ini jauh lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar memberi bantuan langsung," ujarnya.
Program KNMP termasuk dalam delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional pemerintah. Target pembangunan 5.000 kampung hingga 2029 menjadi kelanjutan dari target 1.369 kampung pada 2026.
Pemerintah akan memperluas pembangunan KNMP secara bertahap hingga 2029 ke lebih banyak kawasan pesisir di berbagai daerah Indonesia.