Keluarga Korban KM Virgo Keluhkan Posko yang Sudah Ditutup
Jakarta, tvOnenews.com - Proses pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-12. Tim SAR gabungan masih melakukan penyelaman ke dalam badan kapal yang telah karam di dasar laut untuk mencari dan mengevakuasi korban.
Sekitar 37 penyelam yang terdiri dari personel TNI Angkatan Laut dan Basarnas Special Group dikerahkan dalam operasi tersebut. Tim penyelam harus memperhitungkan sejumlah risiko, termasuk jarak pandang yang terbatas, ruang gerak sempit di dalam kapal, serta kondisi arus bawah laut yang tidak menentu.
Hingga pukul 14.00 WITA, tim SAR berhasil mengevakuasi delapan jenazah dari bangkai KM Virgo Transport 8. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke KN SAR Pacitan yang berada di sekitar lokasi kapal tenggelam.
Jenazah selanjutnya akan dievakuasi menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, menggunakan helikopter sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi.
Sejumlah armada juga dikerahkan untuk mendukung operasi, di antaranya KN SAR Kamajaya, KRI Ngurah Rai, dan KRI Iskandar Muda. Operasi udara diperkuat helikopter milik TNI AL serta helikopter Basarnas 3601 dan 3604.
Sementara itu, keluarga korban masih berkumpul di Terminal Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memperoleh informasi terbaru mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Di Surabaya, sejumlah Posko Terpadu Tanjung Perak mulai menghentikan operasional. Kondisi tersebut membuat keluarga korban yang belum tercatat dalam manifest, seperti Yunita, kesulitan mendapatkan informasi.
Meski demikian, layanan informasi masih tersedia melalui sejumlah posko lain, termasuk Posko Basarnas, Posko Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Posko Dinas Sosial Jawa Timur.
Pada hari yang sama, keluarga korban juga bertemu dengan perwakilan PT Virgo untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan pencarian dan tanggung jawab perusahaan terhadap para korban.