- Istimewa
Indonesia Dinilai Perlu Cermati Pemanfaatan Teknologi Digital Tiongkok dalam Pengembangan Kawasan
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Tiongkok terus menggenjot pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan kawasannya.
Langkah ini semakin terlihat melalui kegiatan seminar 'Pengembangan Kawasan di Tiongkok' yang menghadirkan sejumlah narasumber.
Direktur Riset ENSO Research & Consulting, Entis Somantri atau yang akrab disapa Paes turut hadir sebagai peserta seminar.
Paes mengatakan rangkaian seminar membahas pembangunan kawasan, revitalisasi perdesaan, pembangunan infrastruktur, pengembangan industri, pelayanan publik hingga pengelolaan lingkungan.
Hal yang menarik baginya saat mengikuti kegiatan itu berupa teknologi digital yang diintegrasikan ke berbagai tahapan pembangunan kawasan.
“Di Tiongkok, teknologi digital bukan sekadar pelengkap setelah sebuah kawasan dibangun. Teknologi semakin menjadi bagian dari bagaimana kawasan direncanakan, dihubungkan, diproduktifkan, dilayani, hingga dikelola,” kata Paes kepada awak media, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Paes menjelaskan pembangunan kawasan di Tiongkok turut meliputi infrastruktur digital seperti jaringan serat optik, 5G, cloud computing, pusat data, big data hingga artificial intelligence (AI) semakin diposisikan sebagai bagian dari pembangunan.
Dari seminar yang diikutinya, ia mendapati cakupan jaringan serat optik telah menjangkau sekitar 99,7 persen desa administratif, sementara cakupan jaringan 5G di wilayah perdesaan mencapai 91,2 persen per Maret 2025 di Tiongkok.
“Jika jalan membuka kawasan secara fisik, jaringan digital membuka kawasan terhadap informasi, pengetahuan, pelayanan dan pasar. Keduanya harus berjalan bersama,” ungkapnya.
Paes juga mencatat kuatnya integrasi antara pembangunan kawasan perdesaan dengan e-commerce dan ekonomi digital.
Dalam sejumlah kasus yang dipelajari selama seminar, produk pertanian dan produk lokal tidak hanya dipasarkan melalui pasar konvensional, tetapi juga melalui e-commerce, media sosial hingga live streaming.
Ia mencatat jika teknologi digital yang dibangun tak berbicara mengenai koneksi internet semata.
“Digitalisasi tidak menggantikan ekonomi riil. Justru yang saya lihat adalah bagaimana teknologi digital dipakai untuk memperkuat pertanian, industri lokal, perdagangan dan logistik,” jelas Paes.
Selain itu, kata Paes, dirinya turut mendapati adanya pemanfaatan teknologi digital yang digunakan untuk memperkecil kesenjangan pelayanan antara kota dan desa.
Dalam bidang pendidikan, materi seminar mencatat akses internet pada sekolah dasar dan menengah telah mencapai 100 persen hingga akhir 2022.