news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras Ini Pengakuan MC Newport.
Sumber :
  • Ins

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:23 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan tantangan menghafalkan Surat Ad-Duha dengan imbalan satu botol minuman beralkohol Newport mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial.

Rekaman tersebut disebut terjadi di salah satu booth sponsor dalam festival musik The Sounds Project di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026). The Sounds Project sendiri memang digelar di Ecovention & Ecopark Ancol pada Agustus 2026. 

Di tengah kontroversi itu, perhatian publik kemudian mengarah kepada satu sosok yang disebut dalam klarifikasi MC booth Newport, Revnaldo Ega

Ia menyebut seorang perempuan yang mengenakan atasan putih tiba-tiba mengambil mikrofon yang sedang digunakannya untuk berinteraksi dengan pengunjung.

Setelah itu, menurut Ega, perempuan tersebut menawarkan challenge melafalkan salah satu surat Al-Qur'an kepada pengunjung lain dengan hadiah yang disebut berasal dari dirinya.

Namun, hingga kini identitas perempuan tersebut belum diungkap dalam keterangan yang tersedia. Tidak ada informasi terverifikasi mengenai nama, status, maupun apakah perempuan itu merupakan bagian dari sponsor, panitia festival, atau sekadar pengunjung. 

Karena itu, sosok tersebut belum dapat disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas munculnya challenge kontroversial tersebut.

Perempuan Berbaju Putih Disebut Tiba-Tiba Ambil Mikrofon

Keterangan mengenai perempuan tersebut muncul setelah video challenge Surat Ad-Duha beredar luas. Dalam rekaman yang diunggah melalui media sosial, seorang pengunjung terlihat melantunkan Surat Ad-Duha dalam suasana festival musik.

Akun Threads @jarrkojarr menjadi salah satu akun yang mengunggah video tersebut dan mengkritik penggunaan ayat Al-Qur'an sebagai bagian dari tantangan berhadiah minuman beralkohol.

“Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange ‘siapa yang hafal surah Ad-Duha dapet satu botol’. Kalian becanda? Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tapi Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit,” tulis akun tersebut.

Wanita yang diduga tawarkan sebotol miras asal hafal Ad-Dhuha
Sumber :
  • Threads/aqueer_

Unggahan itu kemudian memancing ribuan komentar dari warganet.

Di tengah polemik tersebut, Revnaldo Ega memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf. Ia mengakui dirinya bertugas sebagai MC booth Newport pada Minggu (9/8/2026).

“Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung. Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya. Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi,” tulis Ega melalui akun Threads @aqueer_.

MC Akui Lalai Mengambil Kembali Mikrofon

Dalam penjelasannya, Ega mengatakan awalnya dirinya sedang berinteraksi dengan pengunjung booth. Situasi kemudian berubah ketika seorang perempuan dengan atasan putih mengambil alih mikrofon.

“Pada saat jeda acara, saya melakukan interaksi dengan pengunjung. Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya,” jelas Ega.

Menurut dia, perempuan tersebut kemudian memberikan sayembara kepada pengunjung lain untuk melafalkan sebuah surat dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut.

“Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut,” katanya.

Meski menyebut tindakan tersebut sebagai aksi spontan audiens, Ega tetap mengakui adanya kelalaian dari dirinya sebagai MC. Menurutnya, seorang MC memiliki tanggung jawab memastikan aktivitas di panggung tetap sesuai konsep yang telah ditentukan.

“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand,” ujarnya.

Dengan demikian, keterangan Ega belum menjawab siapa sebenarnya perempuan tersebut. Identitasnya juga belum disampaikan secara terbuka dalam klarifikasi yang tersedia.

Penyelenggara Kecam dan Evaluasi Kejadian

Kontroversi tersebut kemudian mendapat respons dari penyelenggara The Sounds Project. Pihak promotor menyatakan marah dan kecewa serta menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai bahan lelucon atau alat promosi bukan bagian dari arahan mereka.

“Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan lelucon atau alat promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis penyelenggara dalam pernyataannya, Selasa (11/8).

Penyelenggara juga menyatakan telah menegur pihak sponsor terkait dan melakukan pengawalan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung. Evaluasi internal juga disebut akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dari sisi hukum, publik perlu membedakan antara kecaman etis dan pembuktian tindak pidana. Sejak 2 Januari 2026, Indonesia menggunakan KUHP Nasional berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2023.

Ketentuan yang relevan antara lain Pasal 300 KUHP Nasional mengenai perbuatan di muka umum yang bersifat permusuhan, menyatakan kebencian atau permusuhan, maupun menghasut kekerasan atau diskriminasi terhadap agama atau kepercayaan. Ancaman pidananya maksimal tiga tahun penjara atau denda kategori IV.

Namun, penerapan pasal tersebut tidak otomatis terjadi hanya karena sebuah aksi dianggap tidak pantas atau menyinggung umat beragama. Unsur tindak pidana, maksud pelaku, bentuk perbuatan, serta bukti yang tersedia harus diperiksa terlebih dahulu oleh aparat penegak hukum.

Karena itu, pertanyaan mengenai “siapa wanita berbaju putih” masih terbuka. Berdasarkan keterangan MC yang tersedia, ia disebut sebagai audiens yang mengambil mikrofon secara spontan.

Identitas dan statusnya belum terkonfirmasi, sementara pihak penyelenggara menyatakan sedang melakukan identifikasi serta evaluasi atas kejadian tersebut. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:23
06:18
05:01
02:58
01:25
30:09

Viral