news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bumi Perkemahan Bedengan Malang Didorong Jadi Wisata Makroinvertebrata Pertama di Indonesia.
Sumber :
  • Isimewa

Bukan Sekadar Camping, Buper Bedengan Malang Didorong Jadi Wisata Makroinvertebrata

Bumi Perkemahan Bedengan di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, didorong untuk dikembangkan menjadi wisata makroinvertebrata pertama di Indonesia. 
Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:07 WIB
Reporter:
Editor :

Malang, tvOnenews.com - Bumi Perkemahan Bedengan di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, didorong untuk dikembangkan menjadi wisata makroinvertebrata pertama di Indonesia. 

Kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat berkemah dan melakukan aktivitas luar ruang tersebut memiliki sungai yang jernih dan dangkal serta dikelilingi hutan pinus dan kebun jeruk warga.

Potensi tersebut dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB), Selasa (11/8/2026). Program tersebut bermitra dengan pengelola Bumi Perkemahan Bedengan yang merupakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kegiatan yang diketuai Indra Fardhani, dosen Departemen Pendidikan IPA UM, itu diarahkan untuk mengembangkan Bedengan sebagai kawasan wisata yang memiliki nilai edukasi sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. 

Keberadaan berbagai organisme di sungai Bedengan menjadi salah satu dasar pengembangan konsep eduwisata makroinvertebrata.

Program bertema "Pengembangan potensi Bumi Perkemahan Bedengan sebagai eduwisata makroinvertebrata sungai pertama di Indonesia" tersebut mendapat pendanaan Rp37 juta dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sekitar 68 persen dana disalurkan kepada mitra dalam bentuk barang, sedangkan sisanya digunakan untuk kegiatan pelatihan.

Bantuan dan kegiatan yang diberikan mencakup empat papan informasi, pelatihan pembuatan kompos, pelatihan pembukuan kas sederhana berbasis Meta AI bagi warung UMKM, pelatihan pariwisata berkelanjutan bagi pengelola, serta bantuan LCD proyektor dan layar, stiker, dan video promosi.

Pelatihan pembuatan kompos diberikan Novida Pratiwi bersama tim dari Departemen Pendidikan IPA UM. Sementara pelatihan pembukuan kas sederhana berbasis Meta AI bagi pelaku UMKM disampaikan Kristin Rosalina dari Program Studi Akuntansi Universitas Brawijaya.

Empat papan informasi yang diserahkan memuat informasi mengenai jenis-jenis makroinvertebrata, pohon, dan serangga yang dapat ditemukan di kawasan Bumi Perkemahan Bedengan. Satu papan lainnya berisi informasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem sungai.

Papan edukasi tersebut diharapkan membantu pengunjung mengenali keanekaragaman hayati di kawasan wisata.

Sungai, vegetasi, dan berbagai organisme yang hidup di dalamnya juga dapat dimanfaatkan sebagai objek pembelajaran biologi secara langsung.

Konsep tersebut membuat Bumi Perkemahan Bedengan tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga berpotensi menjadi ruang belajar biologi alami.

Pengunjung dapat mempelajari makroinvertebrata dan kondisi ekosistem sungai melalui pengamatan langsung di kawasan tersebut.

Aspek ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari program. Pelatihan pembukuan bagi pelaku UMKM diarahkan untuk membantu warung di sekitar kawasan mengelola keuangan usaha, sementara pelatihan pariwisata berkelanjutan diberikan kepada pengelola untuk mendukung pengembangan kawasan wisata dalam jangka panjang.

Pada aspek lingkungan, tim pengabdian menyerahkan enam unit alat bantu pengelolaan kompos. Peralatan tersebut digunakan untuk mengolah sampah organik yang berasal dari aktivitas wisatawan maupun kegiatan perdagangan di kawasan Bumi Perkemahan Bedengan.

Pengolahan sampah organik melalui kompos diharapkan dapat mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan dari kegiatan wisata. Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan pengembangan kawasan yang menggabungkan aspek pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 

Edukasi makroinvertebrata mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, pelatihan bagi pelaku usaha berkaitan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan pengelolaan sampah organik mendukung SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Melalui program tersebut, Bumi Perkemahan Bedengan diarahkan untuk mengembangkan potensi wisata alam sekaligus menjadi ruang edukasi keanekaragaman hayati, mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, dan mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
10:25
04:20
02:32
05:01
25:05

Viral