news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dari Toxic Masculinity hingga Kekerasan Seksual, Playvul NYRA Bawa Isu Sosial ke Festival Film Dunia.
Sumber :
  • Isimewa

Tiga Film Pendek Indonesia Angkat Toxic Masculinity hingga Kekerasan Seksual di Festival Dunia

Playvul NYRA membawa isu toxic masculinity, kultus modern, dan kekerasan seksual ke festival film dunia melalui tiga film pendek yang meraih penghargaan.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Film pendek tidak selalu harus menjadi sekadar ruang untuk bereksperimen dengan cerita dan visual. Bagi rumah produksi film Playvul NYRA, medium tersebut juga menjadi cara untuk membicarakan isu sosial yang sensitif dan kerap sulit dibahas secara terbuka.

Hal itu terlihat dari perjalanan tiga film pendek mereka, yakni More Pain, More Gain, Ambang Batas, dan Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa, yang telah diputar dan berkompetisi di sejumlah festival film internasional.

Ketiganya membawa isu yang berbeda, mulai dari toxic masculinity, dinamika kultus modern, hingga kekerasan seksual terhadap perempuan. 

Film-film tersebut juga memperlihatkan keberanian Playvul NYRA mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari body horror satir hingga psychological thriller.

Perjalanan tersebut membawa karya-karya Playvul NYRA ke sejumlah festival seperti Fantasia International Film Festival, Tampere Film Festival, Balinale, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), hingga Short Shorts Film Festival & Asia di Tokyo.

Salah satu karya mereka, More Pain, More Gain, bahkan meraih penghargaan Winner Short Film Competition di Stockholm International Fantastic Film Festival dan Monsters of Film 2024. 

Film tersebut kemudian menjadi Official Selection di Fantasia International Film Festival 2025, Fantaspoa 2025, serta Lift-Off Global Network Berlin 2025.

Sementara itu, Ambang Batas terpilih di dua festival Oscar-qualifying, yakni Tampere Film Festival melalui kompetisi Generation XYZ dan Balinale. Film tersebut juga diputar di Final Girls Berlin Film Festival, London International Fantastic Film Festival, Anatolia International Film Festival, dan Cyprus International Film Festival.

Adapun Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa meraih penghargaan Winner 2026 Tapestry of Indonesia di Balinale dalam kategori Live-Action Asia International Competition. Film tersebut juga menjadi bagian dari Short Shorts Film Festival & Asia 2026 di Tokyo dan turut diputar di JAFF.

Bagi Playvul NYRA, perjalanan tersebut bukan hanya soal membawa film Indonesia ke festival internasional. Ketiga film tersebut berangkat dari kegelisahan para kreatornya terhadap persoalan yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Co-Director Playvul NYRA, Nadina Habsjah, mengatakan film pendek memberikan ruang bagi kreator untuk menyampaikan keresahan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton.

“Medium ini memungkinkan kami menyampaikan keresahan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton. Melihat semakin banyaknya film pendek Indonesia yang mendapat tempat di festival internasional, kami percaya ada ruang yang semakin besar bagi cerita-cerita yang berani dan relevan untuk didengar di tingkat global,” ujar Nadina.

Co-Director Playvul NYRA lainnya, Yusgunawan Marto, mengatakan setiap karya yang dibuat berangkat dari keresahan nyata yang kemudian diterjemahkan ke dalam cerita tanpa memberikan jawaban yang serba hitam dan putih.

“Kami percaya film pendek memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide yang belum memiliki ruang di medium lain. Karena itu, setiap karya yang kami buat selalu berangkat dari keresahan yang nyata, lalu diterjemahkan menjadi cerita yang mengajak penonton memahami kompleksitas manusia, alih-alih memberikan jawaban yang hitam-putih,” kata Yusgunawan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kekerasan seksual dan persoalan consent. Penulis Ambang Batas, Amanda Simandjuntak, mengatakan proses mengangkat tema tersebut membutuhkan riset dan diskusi yang panjang agar cerita tidak terasa menghakimi korban maupun penonton.

“Menulis cerita tentang consent dan kekerasan seksual bukan hal yang mudah. Saya ingin penonton merasa dipahami, bukan dihakimi, sehingga proses riset dan diskusi panjang bersama tim menjadi fondasi penting agar cerita ini terasa jujur dan dekat dengan realitas banyak orang,” ujar Amanda.

Pilihan untuk mengembangkan film pendek juga tidak terlepas dari semakin terbukanya peluang bagi karya Indonesia untuk masuk ke sirkuit festival internasional.

Berdasarkan riset Cinema Poetica, jumlah film Indonesia yang diputar di festival internasional meningkat dari 73 judul pada 2023 menjadi 126 judul pada 2025. Film-film tersebut tersebar di 91 festival di 36 negara.

Dari 48 penghargaan internasional yang diraih film Indonesia dalam periode tersebut, sebanyak 23 penghargaan diberikan kepada film fiksi pendek. Angka tersebut menjadikan kategori film fiksi pendek sebagai kategori dengan jumlah penghargaan internasional tertinggi.

Setelah menjalani perjalanan di berbagai festival, Ambang Batas kini dapat ditonton masyarakat secara gratis melalui kanal YouTube Playvul NYRA. Langkah tersebut membuka akses yang lebih luas bagi penonton yang sebelumnya hanya dapat menyaksikan film melalui festival.

Produser Playvul NYRA, Muhammad Omar Azis, mengatakan perjalanan film tidak seharusnya berhenti ketika rangkaian festival selesai.

“Setelah menempuh rangkaian festival internasional, film Ambang Batas kini resmi hadir di kanal YouTube Playvul NYRA, sehingga karya yang sebelumnya hanya dapat disaksikan di festival kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas secara gratis,” ujar Omar.

Ke depan, Playvul NYRA berencana memperluas ruang kolaborasi dengan komunitas film Indonesia sekaligus mengembangkan karya dalam format yang lebih panjang, termasuk film cerita panjang dan serial.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa bagi Playvul NYRA, film pendek bukan sekadar batu loncatan menuju karya berdurasi panjang.

Medium ini menjadi ruang untuk menguji gagasan, membicarakan persoalan yang sensitif, sekaligus membawa cerita dan perspektif kreator Indonesia ke penonton yang lebih luas.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:08
08:51
10:28
08:01
08:09
32:53

Viral