- istimewa
Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional
Selain fasilitas refinery ANTAM berkapasitas 150 ton per tahun dan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dengan kapasitas pemurnian emas hingga 50 ton per tahun, terdapat smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) yang memiliki kapasitas pengolahan emas sekitar 18 ton per tahun.
Potensi produksi bijih emas nasional juga berasal dari sejumlah perusahaan tambang. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memiliki potensi produksi sekitar 2,4-2,7 ton per tahun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sekitar 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sekitar 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) sekitar 5,9-6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sekitar 2,2 ton per tahun.
Besarnya kapasitas produksi dan pemurnian tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem emas nasional yang lebih terintegrasi. Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya emas, tetapi juga kapasitas untuk menambang, memurnikan, mengolah, memperdagangkan hingga menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
Penguatan ekosistem tersebut bahkan berpotensi memberikan manfaat lebih luas terhadap perekonomian, termasuk memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset yang dapat mendukung cadangan devisa bank sentral.
Prabowo mengatakan capaian pengelolaan 153 ton emas dalam sekitar satu tahun menunjukkan Indonesia mulai memiliki kemampuan membangun ekosistem bullion dalam skala besar.
"Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank emas mana yang memiliki, yang mengelola 153 ton emas dalam satu tahun," kata Prabowo.
Penguatan rantai emas tersebut sekaligus memperluas makna hilirisasi mineral. Jika sebelumnya nilai ekonomi emas terutama diperoleh dari kegiatan pertambangan dan pemurnian, pemerintah kini mendorong agar emas dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih panjang melalui perdagangan, penyimpanan, investasi dan pembiayaan di dalam negeri. (aag)