- istimewa - antaranews
Polda NTT Turun Tangan Pascagempa M7,7, Lakukan Pendataan dan Pengamanan di Manggarai Timur
Sejumlah rumah warga di Kecamatan Borong, Waelengga dan sekitarnya juga mengalami kerusakan. Di antaranya rumah Paskalis Witak di Waelengga dengan perkiraan kerugian Rp40 juta, Lius Ndejong di Sere, Kelurahan Tana Rata sekitar Rp50 juta, Yonas Bana sekitar Rp15 juta, Yanto di Ngembu, Desa Komba sekitar Rp15 juta, serta rumah milik almarhum Kritus Nono dengan perkiraan kerugian sekitar Rp100 juta.
Sementara itu, di Kecamatan Lamba Leda Utara, sejumlah bangunan pemerintah maupun rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Pendataan secara lebih rinci masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Imbauan Kapolda NTT
Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa angka kerusakan maupun dampak korban masih dapat berubah seiring proses pendataan yang terus dilakukan. Karena itu, Polda NTT mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah, kepolisian, serta instansi berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tetapi tidak lengah. Hindari memasuki bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berpotensi roboh, serta jauhi lokasi yang rawan longsor. Masyarakat juga perlu mengikuti perkembangan informasi resmi terkait potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” jelasnya.
Polri juga mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak agar memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan korban, bangunan yang membahayakan, jalan yang terputus, maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan.
“Situasi secara umum saat ini aman dan kondusif. Namun, seluruh jajaran tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan di wilayah terdampak. Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus bekerja untuk memastikan proses penanganan berjalan dan masyarakat memperoleh perlindungan serta bantuan yang diperlukan,” pungkas Kombes Pol Henry.
Polda NTT memastikan kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat akan terus diperkuat selama masa tanggap pascagempa. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, jajaran Polri juga terus mendukung proses evakuasi dan pendataan apabila diperlukan, mengamankan lokasi terdampak, membantu kelancaran akses, serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan dampak bencana.