- dok medsos @fujikaize
Merespons Gempa Dahsyat yang Guncang NTT, BP Taskin Beberkan Berbagai Langkah Cepat Pemerintah
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko membeberkan berbagai langkah cepat pemerintah dalam penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan laporan sementara hingga Sabtu (15/8/2026) sore pukul 15.00 WIB, sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya mengalami luka ringan. Kerusakan juga terjadi pada ratusan rumah, fasilitas umum, puskesmas, serta rumah sakit di wilayah Mbay dan Maumere.
Sekitar 2.000 warga terdampak juga memilih mengungsi secara mandiri ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman.
“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” kata Budiman dalam keterangannya.
- Istimewa
Diketahui bahwa pusat gempa berjarak sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa tersebut tercatat memiliki kedalaman 15 kilometer.
Budiman menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk segera mengambil langkah penanganan secara terpadu.
Pemerintah pusat dan daerah diminta bergerak bersama untuk mempercepat proses evakuasi serta bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,” ujarnya.
Penanganan di lokasi bencana melibatkan Tim SAR Gabungan yang beranggotakan 281 personel. Tim tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, serta potensi SAR lainnya.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tim gabungan telah mengevakuasi 79 warga terdampak. Petugas juga masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun akibat gempa.
Kementerian Sosial turut mengerahkan bantuan logistik dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, hingga kebutuhan untuk operasional dapur umum.
Selain bantuan logistik, Presiden Prabowo juga menginstruksikan pendistribusian 50.000 paket sembako untuk warga terdampak. Pemerintah mendirikan posko darurat di Kantor BPBD NTT sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.
Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai titik pengungsian sementara, antara lain Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.