news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral Foto-foto kondisi setelah gempa di NTT.
Sumber :
  • dok medsos @fujikaize

Merespons Gempa Dahsyat yang Guncang NTT, BP Taskin Beberkan Berbagai Langkah Cepat Pemerintah

Gempa dahsyat yang mengguncang NTT sementara diketahui menewaskan 38 orang. Pemerintah mengerahkan 281 personel SAR, bantuan Rp4,5 miliar, serta puluhan ribu paket bantuan.
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko membeberkan berbagai langkah cepat pemerintah dalam penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan laporan sementara hingga Sabtu (15/8/2026) sore pukul 15.00 WIB, sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia.

Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya mengalami luka ringan. Kerusakan juga terjadi pada ratusan rumah, fasilitas umum, puskesmas, serta rumah sakit di wilayah Mbay dan Maumere.

Sekitar 2.000 warga terdampak juga memilih mengungsi secara mandiri ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman.

“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” kata Budiman dalam keterangannya.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko.
Sumber :
  • Istimewa

Diketahui bahwa pusat gempa berjarak sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa tersebut tercatat memiliki kedalaman 15 kilometer.

Budiman menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk segera mengambil langkah penanganan secara terpadu.

Pemerintah pusat dan daerah diminta bergerak bersama untuk mempercepat proses evakuasi serta bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,” ujarnya.

Penanganan di lokasi bencana melibatkan Tim SAR Gabungan yang beranggotakan 281 personel. Tim tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, serta potensi SAR lainnya.

Hingga laporan tersebut disampaikan, tim gabungan telah mengevakuasi 79 warga terdampak. Petugas juga masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun akibat gempa.

Kementerian Sosial turut mengerahkan bantuan logistik dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, hingga kebutuhan untuk operasional dapur umum.

Selain bantuan logistik, Presiden Prabowo juga menginstruksikan pendistribusian 50.000 paket sembako untuk warga terdampak. Pemerintah mendirikan posko darurat di Kantor BPBD NTT sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.

Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai titik pengungsian sementara, antara lain Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

Budiman menegaskan upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” katanya.

BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah kini melakukan asesmen cepat di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan prioritas warga, mulai dari makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, hingga lokasi pengungsian yang aman.

“Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Budiman.

Budiman juga mengingatkan masyarakat NTT untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. BMKG sebelumnya menyampaikan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan setelah gempa utama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan,” katanya.

Pemerintah memastikan penanganan bencana akan terus dikawal hingga kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur terkait juga akan dilanjutkan selama proses pemulihan berlangsung.

“Negara hadir. Pemerintah bergerak. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” tegas Budiman. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral