news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto pimpin upacara HUT RI ke-81 di Istana Negara.
Sumber :
  • YouTube Sekretariat Presiden

HUT Ke-81 RI, Kedaulatan Energi Jadi Fondasi Indonesia yang Semakin Mandiri

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menyoroti pentingnya kemandirian bangsa di sektor energi.
Senin, 17 Agustus 2026 - 22:54 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menyoroti pentingnya kemandirian bangsa di sektor energi. Salah satu capaian yang disampaikan Presiden adalah penghentian impor solar melalui pemanfaatan biodiesel B50 berbahan baku kelapa sawit, yang dinilai menjadi langkah strategis menuju swasembada energi nasional.

“Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan. Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit, sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini. Selain menegaskan arah pembangunan menuju kemandirian energi, kebijakan B50 juga dinilai menunjukkan bagaimana sumber daya dalam negeri dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan strategis nasional.

Ketua DPW Partai Gelora Riau Iskandar menilai capaian tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan Provinsi Riau sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan program B50 menunjukkan bahwa sumber daya yang dimiliki daerah dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pidato Presiden memberikan pesan yang kuat bahwa kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk kemandirian. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan strategisnya sendiri dan tidak mudah bergantung kepada pihak lain,” kata Iskandar.

Menurut Iskandar, selama ini Riau dikenal sebagai daerah penghasil minyak bumi dan kelapa sawit yang berkontribusi besar bagi perekonomian nasional. Karena itu, langkah pemerintah mendorong pemanfaatan sawit untuk energi dinilai membuka peluang yang lebih besar bagi daerah untuk mengambil peran dalam agenda swasembada energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Ia menegaskan pembangunan energi tidak hanya berkaitan dengan pasokan bahan bakar, tetapi juga menyangkut pertumbuhan industri, investasi, dan penciptaan lapangan kerja. “Yang terpenting adalah bagaimana energi dapat menjadi fondasi pembangunan. Ketika energi kuat, industri bergerak, investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Iskandar menambahkan semangat kemerdekaan saat ini harus diterjemahkan menjadi upaya memperkuat kemerdekaan ekonomi, teknologi, dan energi. Menurutnya, Riau memiliki posisi strategis untuk mendukung cita-cita tersebut melalui penguatan hilirisasi sawit, pengembangan industri energi terbarukan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

“Kalau generasi terdahulu memperjuangkan kemerdekaan politik, maka tugas kita hari ini adalah memperkuat kemerdekaan ekonomi, kemerdekaan teknologi, dan kemerdekaan energi. Itulah makna perjuangan yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” katanya.(chm)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

18:02
02:39
04:52
05:14
02:14
01:21

Viral