- jabarprov.go.id
Tiba-tiba KDM Minta Maaf ke Warga Jabar di Momen HUT RI ke-81, Ada Apa?
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan permohonan maafnya di Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT RI ke-81. Ia menyinggung, kata merdeka belum bisa dirasakan semua warga Jawa Barat.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
KDM menilai masih ada 80.000 lebih warga yang belum teraliri listrik. Padahal Jabar merupakan pusat energi listrik, di antaranya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Waduk Cirata dan PLTA di Waduk Jatiluhur.
Jawa Barat juga memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi. Hal ini menjadi perhatian besar untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov).
Dengan begitu, KDM berjanji akan memberikan pelayanan dasar yang belum didapat sejumlah rakyat. Ini dikelola dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jabar akan difokuskan untuk pemenuhan layanan dasar kepada masyarakat.
"Tidak boleh ada rakyat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya hutang karena tidak mampu membayar. Tidak boleh ada rakyat yang operasi caesar, KTP ditahan rumah sakit karena tidak mampu bayar," katanya, dikutip dari adpimjabar, Selasa (18/9).
Selain itu, KDM juga bertekad untuk memerdekakan generasi muda dari hal-hal yang merusak, seperti obat terlarang.
"Jangan berpikir kenaikan tunjangan, menuntut fasilitas, padahal sudah besar. Kita harus malu. Harusnya kita membangun rasa adil pada seluruh rakyat," jelas KDM.
- Ist
Sebelumnya, KDM pernah menjelaskan upayanya dalam menerangi Jawa Barat, seperti melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup, sampah kini akan diolah menjadi energi listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Kesepakatan pembangunan PLTSa tersebut dicapai dalam rapat penting yang digelar di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Minggu, 5 April 2026.
Dengan dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, yang selama ini menjadi lokasi utama penampungan sampah dari sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah akhirnya menemukan solusi konkret yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi listrik.
"Pokoknya tugas kita sebagai penyelenggara negara, karena ini keinginan kuat dari Pak Presiden. Insya Allah tiga tahun ke depan sudah berubah, pokoknya sampah hilang rakyat pun senang. Terima kasih Pak Presiden," ujar Dedi Mulyadi di media sosial pribadinya.(klw)