Momen Kirab Pengembalian Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi
Jakarta, tvOnenews.com - Prosesi Kirab pengembalian bendera pusaka Sang Merah Putih dan teks Proklamasi menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Setelah upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka selesai, rangkaian dilanjutkan dengan prosesi kirab pengembalian bendera pusaka dan teks Proklamasi menuju Monumen Nasional (Monas).
Rombongan kirab diawali 45 pasukan motor pengawal Polisi Militer, terdiri atas 15 sepeda motor Goldwing dan 30 sepeda motor listrik. Jumlah 45 personel tersebut melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia.
Di belakangnya, sebanyak 17 personel Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe turut mengawal prosesi. Jumlah tersebut merepresentasikan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus.
Prosesi kemudian dimeriahkan Drum Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian yang melibatkan 170 personel. Marching band tersebut menjadi bagian dari atraksi yang menggambarkan semangat, kekompakan, kehormatan, dan kepemimpinan taruna kepolisian.
Rombongan selanjutnya diikuti pasukan yang merepresentasikan kerajaan-kerajaan Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Kehadiran pasukan tersebut menggambarkan sejarah perjuangan dan keberagaman Nusantara sebagai bagian dari identitas Indonesia.
Prosesi juga melibatkan 81 pasukan berkuda kawal belakang. Jumlah tersebut disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki 81 tahun.
Bendera Pusaka dan teks Proklamasi kemudian dibawa menggunakan Kereta Kencana Garuda Prabayeksa yang ditarik delapan ekor kuda.
Kereta kencana tersebut membawa dua Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 yang bertugas mengembalikan benda pusaka negara.
Nindya Elsani Fawwaz, siswi SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh, Jambi, bertugas membawa Bendera Sang Merah Putih. Sementara Bianca Alessia Christabella Lantang, siswi SMA Lentera Harapan Tomohon, Sulawesi Utara, membawa teks Proklamasi.
Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Monas, bendera dan teks Proklamasi diserahkan oleh perwira Pasukan Pengamanan Presiden kepada kedua Purna Paskibraka tersebut.
Nama Kereta Kencana Garuda Prabayeksa berasal dari kata praba yang berarti cahaya atau terang dan yeksa yang berarti besar atau raksasa. Nama tersebut dimaknai sebagai cahaya yang besar atau cahaya yang terang.
Kereta kencana ditarik delapan kuda sebagai simbol bulan kemerdekaan. Struktur kereta juga memiliki filosofi tersendiri, dengan material besi baja yang melambangkan ketangguhan menghadapi tantangan serta kayu jati yang menggambarkan kesejatian hidup.
Setelah prosesi penyerahan selesai, Kereta Kencana Garuda Prabayeksa kembali bergerak menuju Monas. Bendera Pusaka dan teks Proklamasi akan dikembalikan ke Ruang Kemerdekaan di Monumen Nasional.
Rangkaian kirab menjadi bagian dari tradisi peringatan kemerdekaan yang mempertemukan unsur sejarah, simbol kebangsaan, serta kekuatan pertahanan dalam satu prosesi penghormatan terhadap Bendera Merah Putih dan naskah Proklamasi.