- dok. Diktisaintek
Sherly Tjoanda Turut Prihatin Gempa di NTT, Gubernur Malut itu Langsung Kirim Bantuan Rp1 Miliar
Jakarta, tvonenews.com- Sherly Tjoanda Laos sangat prihatin terhadap peristiwa gempa di NTT pada Sabtu (15/8) lalu, yang sampai sekarang dikabarkan masih terjadi gempa kecil susulan.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda ikut mendoakan agar seluruh warga NTT yang terdampak. Bisa selalu dalam perlindungan Tuhan dan juga dikuatkan.
"Dari Maluku Utara mari kirim doa untuk saudara -saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi duka dan cobaan," katanya dikutip dari Instagram @s_tjo, Selasa (18/8).
- Istimewa
"Semoga tuhan yang Maha Kuasa memberi kekuatan, perlindungan, serta ketabahan bagi setiap keluarga yang terdampak. Untuk mereka yang berjuang, semoga selalu diberi keselamatan. Maluku Utara berdoa untuk NTT," pesan Sherly untuk Warga NTT yang terdampak gempa.
Lebih lanjut terkait gempa di NTT, Sherly juga menyampaikan kalau pihaknya ikut turut beri bantuan dengan memberikan uang sebesar Rp1 Miliar.
Menurut Gubernur Malut itu, laut boleh memisahkan NTT dengan Maluku Utara. Namun rasa kemanusiaan tidak mengenal jarak, dan Maluku hadir untuk NTT.
"Laut boleh memisahkan Maluku Utara dan NTT, tetapi kemanusiaan tidak mengenal jarak," ungkap Sherly.
- Instagram @s_tjo
"Ketika saudara kita sedang berduka, hati kita ikut bersama mereka. Dengan Rp1 Miliar ini adalah bentuk kecil dari kepeduliaan besar masyarakat Maluku Utara untuk NTT, anda tidak sendiri," jelas Guberur Malut itu.
Pesan BNPB untuk Warga NTT
Sebagai pengingat bersama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk menjauhi pantai pascagempa bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu lalu.
"Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami menghimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, dikutip dari antara.
Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak memasuki gedung terutama gedung-gedung yang mengalami keretakan.
"Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan," kata Berton.