- Antara
Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maman juga menyampaikan perkembangan akses pembiayaan bagi UMKM di Sumatera Utara. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi tersebut telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada sekitar 168 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp7,56 triliun mengalir ke sektor produksi.
Khusus melalui Bank Sumut, penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp954 miliar atau mendekati Rp1 triliun. Melihat kinerja penyaluran tersebut, Kementerian UMKM akan mengupayakan peningkatan kuota KUR Bank Sumut hingga sekitar Rp2 triliun untuk semakin memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di Sumatera Utara.
Menteri Maman mengatakan, penguatan kewirausahaan nasional juga memperoleh landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
Target rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045 membutuhkan ekosistem yang sehat, kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lebih banyak wirausaha produktif.
“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Menteri Maman.
Menteri Maman juga berharap universitas terus mengambil peran sebagai simpul kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, pembiayaan, dan dunia usaha. Kampus, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat menyiapkan pencari kerja, tetapi juga ruang untuk melahirkan generasi pencipta lapangan kerja.
Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan sebesar 4,1 persen yang menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja. Namun, sebanyak 99,55 persen di antaranya masih berada dalam kategori usaha mikro.
Kondisi tersebut, menurut Bobby, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan program pemberdayaan yang semakin terarah sehingga lebih banyak usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil dan usaha kecil tumbuh menjadi usaha menengah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” ujar Bobby.