Partai Garuda Dukung Penguatan UMKM Era Prabowo, Soroti Pembiayaan hingga Digitalisasi
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Partai Garda Republik Indonesia (Garuda) menilai penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bagian penting dalam arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Partai Garuda menyoroti perluasan akses pembiayaan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga percepatan digitalisasi sebagai instrumen yang dinilai dapat memperkuat ekonomi masyarakat.
Sekretaris Jenderal Partai Garuda Ihsan Jauhari mengatakan UMKM memiliki peran strategis karena menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Menurutnya, perhatian terhadap sektor tersebut sejalan dengan agenda penguatan ekonomi kerakyatan yang turut mencakup pembangunan desa, koperasi, dan pemberdayaan UMKM.
“UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat. Ketika akses modal diperluas, digitalisasi dipercepat, dan pasar semakin terbuka, yang diperkuat bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga daya tahan ekonomi masyarakat," kata Ihsan.
"Kami melihat arah kebijakan Presiden Prabowo menempatkan ekonomi rakyat sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Ihsan.
Ia menyebut perkembangan pembiayaan hingga Juni 2026 menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
Dalam data yang disampaikan Partai Garuda, total pembiayaan UMKM telah mencapai hampir Rp2.000 triliun, sedangkan KUR disebut telah menjangkau jutaan pelaku usaha di berbagai daerah.
“Angka tersebut penting karena menunjukkan keberpihakan kepada ekonomi rakyat diterjemahkan melalui instrumen yang nyata," kata Ihsan.
"Akses modal memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka lapangan kerja. Ini merupakan langkah konkret untuk membuat pertumbuhan ekonomi memiliki basis yang semakin kuat di masyarakat,” ujar Ihsan.
Selain pembiayaan, Ihsan menilai digitalisasi menjadi faktor penting agar UMKM dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Ia menyoroti penggunaan QRIS yang menurut data Bank Indonesia hingga April 2026 telah mencapai lebih dari 45 juta merchant, dengan mayoritas pengguna berasal dari sektor UMKM.
“Digitalisasi telah mengubah cara pelaku usaha kecil menjalankan bisnisnya. Warung, usaha rumahan, pedagang pasar, hingga pelaku usaha di daerah kini semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi digital," kata Ihsan.
Load more