news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Keempat Kandidat Kuat Calon Ketua PBNU dalam kegiatan bedah buku Ma'ruf Amin.
Sumber :
  • Istimewa

Menengok 4 Kandidat Bursa Calon Ketua PBNU Jelang Muktamar ke-35

Jelang perhelatan Muktamar ke-35 NU, bursa calon pemimpin PBNU semakin memanas.
Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:50 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Jelang perhelatan Muktamar ke-35 NU, bursa calon pemimpin PBNU semakin memanas.

Bertajuk 'Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa', Muktamar tersebut terjadwal bakal berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.

Intelektual Muda NU yang juga peneliti dari Insantara, M Wildan mengatakan persaingan calon Ketua Umum PBNU kini mengerucut pada 4 nama yakni Yahya Cholil Staquf, Imam Jazuli, Abdul Hakim Mahfudz, dan Yusuf Chudlori.

"Mereka masing-masing memiliki basis dukungan, pengalaman, jaringan dan karakter kepemimpinan berbeda. Modal politik-organisasi sekaligus tantangan yang berbeda," katanya, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Wildan menjelaskan sosok Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya Hadi sebagai calon petahana yang dinilai memiliki keunggulan dibanding kandidat lainnya berupa pengalaman memimpin PBNU, penguasaan struktur organisasi dan jaringan yang terbentuk selama periode kepemimpinannya.

Wildan menjelaskan sejumlah agenda modernisasi organisasi menjadi bagian dari warisan kepemimpinan Gus Yahya termasuk digitalisasi tata kelola melalui berbagai platform organisasi. 

"Dari sisi politik organisasi, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan kepemimpinan," katanya.

Namun, lanjut Wildan, posisi petahana sekaligus menghadirkan tantangan terbesar. 

Ia menilai Gus Yahya untuk tidak hanya menawarkan program baru tetapi juga harus mempertanggungjawabkan capaian selama satu periode.

"Polemik tata kelola organisasi, hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah, persoalan keuangan, pengelolaan aset dan usaha organisasi, hingga berbagai kontroversi dan kasus korupsi yang melibatkan pengurus menjadi bahan evaluasi yang tidak dapat dilepaskan dari arena Muktamar," jelasnya.

Sosok kedua yakni Imam Jazuli yang dinilai sebagai figur pemimpin muda di abad kedua NU yang dalam beberapa waktu terakhir semakin diperhitungkan dalam bursa Ketua Umum PBNU.

Wildan menyebut nama Imam Jazuli menjadi perhatian publik terutama di kalangan kiai karena gagasan dan gerakannya mengenai transformasi pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya santri. 

Sejumlah kalangan melihatnya sebagai figur pemersatu yang dapat menjembatani kelompok yang menghendaki perubahan dengan mereka yang tetap menginginkan kesinambungan tradisi organisasi.

Kemandirian finansial secara personal juga menjadi salah satu modal kuatnya, hingga Imam Jazuli dinilai relatif lebih leluasa membangun komunikasi lintas kelompok tanpa terlalu terbebani persepsi mengenai keterikatan dengan kekuatan politik tertentu.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral