- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Viral 5 Warga Sukabumi Terlantar di Perairan Fiji, Gubernur Dedi Mulyadi Langsung Janjikan Hal Ini
tvOnenews.com - Kabar mengenai lima warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar saat bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) ikan di perairan Fiji menjadi perhatian publik.
Informasi tersebut viral di media sosial setelah para pekerja mengaku tidak mendapatkan hak mereka selama berminggu-minggu.
Kelima warga Sukabumi tersebut merupakan bagian dari tujuh ABK Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China. Dua ABK lainnya diketahui berasal dari Batam dan Indramayu.
- Instagram @dedimulyadi71
Dalam informasi yang beredar, para ABK mengaku telah berada dalam kondisi terlantar selama hampir tiga pekan.
Mereka disebut menghadapi persoalan terkait pembayaran gaji dan uang makan selama bekerja di kapal tersebut.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Fiji guna memastikan persoalan tersebut segera ditangani.
"Kami mencoba menindaklanjuti tentang masalah yang dihadapi yaitu terlantarnya ABK asal Jawa Barat di Fiji, pertama Duta Besar Fiji sudah dihubungi," kata Dedi Mulyadi di Instagram pribadinya.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dari komunikasi tersebut, agen disebut telah menyatakan kesediaannya untuk menyediakan tiket kepulangan para pekerja ke Indonesia.
“Selanjutnya, Duta Besar Fiji akan memanggil agen dan agen sudah menyanggupi untuk menyiapkan tiket pulang. Setelah tiket pulang disiapkan, maka nanti bisa diterbangkan dari Fiji kemudian transit di Australia, dan kemudian kembali ke Indonesia,” ujar Dedi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dedi juga memastikan kebutuhan logistik para ABK tetap diperhatikan selama proses penanganan berlangsung.
Hal tersebut dilakukan agar para pekerja tidak semakin kesulitan sembari menunggu kepastian kepulangan.
“Dan kami pastikan logistik bagi seluruh ABK dalam keadaan tersedia,” kata Dedi.
- ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Ia menegaskan persoalan tersebut tidak akan berhenti setelah adanya komunikasi dengan pihak agen.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mengikuti perkembangan kondisi kelima warganya hingga mereka benar-benar dapat kembali ke Indonesia.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah tujuh ABK Indonesia menyampaikan kondisi yang mereka alami ketika bekerja di kapal ikan berbendera China di perairan Fiji.