- Wahyudi Agus
Bukan Hanya Kalimantan, Jawa Tengah Juga Alami Kebakaran Hutan, Warga Diimbau Waspada!
Jakarta, tvOnenews.com- Kebakaran hutan dan lahan atau disingkat Karhutla menjadi perhatian masyarakat Indonesia, terutama pemerintah. Di banyak wilayah terjadi peristiwa tersebut.
- Instagram @chaneekalaweit
Salah satu wilayah yang cukup luas terdampak yaitu Kalimantan. Di mana luas karhutla di Kalimantan, mencapai ribuan hektar hingga saat ini masih dalam proses pemadaman.
Berdasarkan datanya, luas Karhutla yaitu tercatat 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara.
Faktanya tidak hanya terjadi di Kalimantan tapi juga di Jawa Tengah. Hal ini pun disampaikan pemerintah kota Jawa Tengah agar masyarakat berhati-hati.
Perlu diketahui, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, tercatat dari 1 Januari-23 Agustus 2026 sudah ada 232 kejadian karhutla di Jawa Tengah.
“Kebakaran hutan dan lahan memang ada di beberapa tempat. Kemarin saya dapat laporan dari Wonogiri dan Kudus,” jelas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, seusai mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi, di Grhadika Bhakti Praja Semarang, dalam laman Jatengprov, Selasa (25/8).
- Bakom RI
Sejauh ini menurut Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan hingga 23 Agustus 2026 terdapat 547 kejadian kebakaran.
Diketahui terdiri atas 232 kejadian karhutla, serta 315 kejadian kebakaran gedung dan pemukiman.
Melihat data yang ada, jumlah karhutla pada periode Januari-23 Agustus 2026 itu, imbuhnya, juga jauh lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun 2025.
Sehingga persentase kenaikannya mencapai sekitar 700%. Tren karhutla pada 2026 meningkat bertepatan dengan masuknya musim kemarau, yakni bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Masyarakat perlu tahu, ada dampak luas yang muncul dari peristiwa Karhutla, mulai dari rusaknya ekosistem, menurunnya kualitas udara akibat asap, hingga ancaman penyakit ISPA dan bencana ikutan seperti banjir serta tanah longsor.
Salah satu efek nyata dari Karhutla di Kalimantan ialah penyakit ISPA yang menyerang warga sekitar. Sebab menurut data Puskesmas Bukit Hindu menunjukkan 257 kasus ISPA sepanjang 1-18 Agustus 2026, meningkat dibandingkan 192 kasus sepanjang Juli.
Secara lebih luas, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat 2.052 kasus ISPA di 14 kabupaten/kota pada periode 7-11 Agustus 2026.
Sementara pada 11 Agustus saja tercatat 600 kasus baru dengan sembilan pasien menjalani rawat inap. Palangka Raya menjadi daerah dengan kasus harian tertinggi, yakni 115 kasus.
Bahkan kondisi udara di Palangka Raya juga sempat masuk kategori berbahaya. Pada 20 Agustus 2026, kabut asap terlihat menyelimuti kota dan mengurangi jarak pandang.(klw)