- Istimewa
Yohanes Agabe Mahuze Dikukuhkan Jadi Ketua Adat Wanam Merauke, Tekankan Peran Warga dalam Proyek Strategis Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Tokoh masyarakat dan tetua marga di Wanam secara resmi mengukuhkan Yohanes Agabe Mahuze sebagai Ketua Adat Wanam.
Prosesi pengukuhan yang sarat dengan nilai tradisi tersebut dilangsungkan di Kampung Wanam, Distrik Wogikel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Senin (24/8).
Langkah ini dipandang sebagai upaya konsolidasi masyarakat lokal seiring dengan semakin cepatnya pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Wanam.
Kepemimpinan adat yang kuat dianggap krusial agar warga setempat memiliki posisi tawar dan ruang untuk menentukan masa depan tanah kelahiran mereka.
Dalam pernyataannya, Yohanes menegaskan bahwa kemajuan fisik di Wanam wajib berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat adat.
Ia menekankan agar penduduk lokal tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama dalam setiap proses pembangunan.
"Adat harus diperkuat. Masyarakat adat juga harus dibangun agar mampu menghadapi perubahan dan ikut menjadi pelaku dalam pembangunan Wanam," ungkap Yohanes.
Yohanes menyadari bahwa keberadaan PSN Wanam akan membawa transformasi besar bagi pola hidup masyarakat.
Oleh karena itu, persiapan kapasitas warga menjadi hal mutlak agar mereka mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.
Upaya ini meliputi sektor pendidikan, keterampilan teknis, pemberdayaan ekonomi lokal dan pemuda, hingga penguatan lembaga adat itu sendiri.
"Jangan sampai pembangunan hanya menghadirkan perubahan fisik, sementara masyarakat yang tinggal di wilayah ini tidak memiliki kapasitas untuk mengambil manfaat dari perubahan tersebut," tuturnya lagi.
Menurut Yohanes, di tengah masuknya berbagai program pemerintah, penguatan lembaga adat menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Lembaga adat tidak hanya berperan menjaga kelestarian budaya, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pemerintah dan para investor.
Dengan wadah yang solid, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih terorganisir.
"Penguatan lembaga adat penting agar masyarakat memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal pembangunan," jelas Yohanes.
Ia juga mengingatkan agar setiap derap pembangunan tetap menghormati eksistensi masyarakat adat, nilai-nilai lingkungan, serta hak-hak atas wilayah yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.