- Istimewa
Halaqah Nasional di Jombang Dorong Transformasi Pesantren, Siapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta, tvOnenews.com - Pesantren didorong melakukan transformasi pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Gagasan tersebut menjadi pembahasan utama dalam Halaqah Nasional bertajuk “Blueprint Transformasi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, Rabu (26/8/2026).
Forum tersebut mempertemukan pengasuh pondok pesantren, akademisi, dan tokoh agama untuk membahas arah pengembangan pesantren dalam jangka panjang.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan Bank BRI sebagai bagian dari dukungan terhadap berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk ekosistem pendidikan berbasis pesantren.
Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga KH Anis Maftuhin mengatakan terdapat sejumlah agenda penting yang menjadi fokus pembahasan dalam halaqah tersebut.
"Pertama, perumusan peta jalan (blueprint) transformasi pendidikan pesantren jangka panjang. Kedua, penguatan kualitas sumber daya manusia pesantren yang siap menghadapi tantangan zaman," jelas KH Anis.
Selain menyusun blueprint, penguatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian dalam agenda tersebut.
Pesantren diharapkan mampu mempersiapkan generasi yang tetap memiliki fondasi keislaman kuat, namun juga menguasai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan pada masa mendatang.
Pembahasan berikutnya diarahkan pada upaya menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan sains, teknologi, serta inovasi.
"Ketiga, integrasi nilai-nilai keislaman dengan penguasaan sains, teknologi, dan inovasi. Keempat, peran pesantren dalam mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045," lanjut KH Anis.
Transformasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan karakter pesantren yang selama ini menjadi bagian penting dari pendidikan dan dakwah di Indonesia.
"Melalui Halaqah ini, diharapkan lahir rumusan konkret yang dapat menjadi pedoman bagi pesantren-pesantren di Indonesia dalam bertransformasi, tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang berakar pada nilai-nilai keislaman," pungkasnya.