news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

HMI Jakarta Raya Minta Kadernya Tak Partisipasi Aksi Unjuk Rasa AMPB di DPR.
Sumber :
  • Istimewa

HMI Jakarta Raya Minta Kadernya Tak Partisipasi Aksi Unjuk Rasa AMPB di DPR

Rencana aksi unjuk rasa oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) turut menuai respons sejumlah pihak.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:41 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana aksi unjuk rasa oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) turut menuai respons sejumlah pihak.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta Raya, Jufri Rumaratu meminta kadernya untuk tak ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap pihaknya bertajuk 'Menolak Provokasi, Menjaga Kondusivitas dan Ketertiban Jakarta'.

"Pentingnya menjaga Jakarta tetap kondusif di tengah dinamika sosial-politik dan meningkatnya mobilisasi massa. Masyarakat juga agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," kata Jufri, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Jufri mengingatkan agar masyarakat dapat menyikapi secara kritis dan kehati-hatian terkait arus informasi yang berkembang cepat melalui media sosial.

Sebab, kata Jufri, arus informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya berpotensi memunculkan kesalahpahaman, memperbesar ketegangan, bahkan memicu konflik di tengah masyarakat.

"Karena itu, prinsip tabayyun menjadi salah satu penekanan utama dalam sikap organisasi tersebut. Tabayyun dipandang sebagai kewajiban untuk melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarluaskan sebuah informasi," katanya.

Jufri menuturkan sikap pihaknya tak ikut andil dalam aksi unjuk rasa itu mengingat berbagai pertimbangan diantarnya menjaga marwah organisasi sekaligus keselamatan kader dan masyarakat secara luas.

Kendati demikian, kata Jufri, sikap tersebut secara tegas bukan bentuk penolakan terhadap kebebasan menyampaikan aspirasi.

"Perbedaan tuntutan dan kepentingan dalam sebuah aksi massa dinilai sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Yang menjadi perhatian adalah jangan sampai ruang demokrasi justru dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, disinformasi, maupun provokasi," katanya.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral