news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat..
Sumber :
  • Mayawana Persada.

Waspada Dampak Nyata Karhutla pada Anak-anak sampai Lansia

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Sebab wilayah yang mengalami pun bertambah.
Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian khusus saat ini. Sebab banyak wilayah mengalami hal tersebut. 

Salah satunya, Kalimantan yang luas kebakarannya sangat luas. Berdasarkan data kebencanaan periodeperiode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.019 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 9.943,26 hektare.

Juga diketahui, secara kewilayahan, Kabupaten Tapin mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 3.777 titik, disusul Hulu Sungai Selatan sebanyak 2.050 titik dan Kabupaten Banjar sebanyak 1.765 titik. 

6 Provinsi di Kalimantan dan Sumatera Jadi Prioritas Penanganan Karhutla, Operasi Darat Jadi Ujung Tombak
Sumber :
  • Bakom Pemerintah

Sehubungan dengan karhutla, ternyata ada dampak nyata yang perlu diwaspadai yaitu ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. 

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) orang-orang yang paling terdampak atau disebut kelompok rentan terdampak yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma dan pekerja luar ruangan.

Walaupun tidak disebutkan presentase dari setiap kelompok rentan. Data kemenkes menyebutkan adanya kenaikan jumlah kasus yang pesat.

Seperti di Kalimantan Barat, penderita ISPA menembus 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026. Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus, disusul Kalimantan Tengah yang mencatat lebih dari 3.000 kasus hanya dalam rentang 10 hingga 16 Agustus.

"Anak-anak adalah kelompok yang paling berisiko karena paru-paru dan sistem kognitif mereka masih dalam tahap perkembangan," kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti dalam laman kemkes.go.id.

Kasus ISPA
Sumber :
  • Antara

"Sementara pada kelompok lansia, paparan polutan ekstrem dapat memperberat Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), memicu gangguan kardiovaskular, peningkatan tekanan darah, gangguan gastrointestinal, hingga iritasi mata dan kulit," jelasnya. 

Bukan hanya ISPA, ancaman terbesar dari Karhutla paparan partikel halus berbahaya atau PM2,5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun yang mampu menembus sistem pernapasan dan peredaran darah tanpa batasan ruang.

Demgan begitu, guna memperkuat bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Kemenkes membagikan masker dan konsentrator oksigen, untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap 5,4 juta orang di tujuh provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

"Total ada 5,3 juta masker yang sudah kita bagikan kepada daerah karhutla yang sudah berdampak. Ini stok masker di provinsi, masih cukup. Stok masker di provinsi masih 2,7 juta," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam antara.(klw)

 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral