- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Apa yang Berubah di Dunia Pascasarjana Saat AI Makin Canggih? Ini Tantangan Mahasiswa di Tengah Ledakan Teknologi Kecerdasan Buatan
Ketergantungan berlebihan terhadap AI justru berisiko melemahkan kemampuan berpikir mandiri dan menghasilkan jawaban yang seragam.
Dengan demikian, mahasiswa pascasarjana perlu mengetahui bukan hanya cara menggunakan AI, tetapi juga kapan harus menggunakannya, bagaimana memeriksa kebenaran hasilnya, serta bagaimana memastikan penggunaannya tidak menghilangkan proses intelektual dalam penelitian.
Kampus Aman Menjadi Bagian dari Tradisi Akademik
Budaya akademik juga tidak dapat dipisahkan dari persoalan keamanan dan kenyamanan mahasiswa. Lingkungan yang dipenuhi perundungan, intimidasi, diskriminasi, pelecehan atau kekerasan seksual dapat mengganggu proses belajar dan menghambat mahasiswa untuk berkembang secara optimal.
UN Women dalam panduannya mengenai pencegahan kekerasan di kampus mendorong perguruan tinggi memiliki kebijakan, mekanisme pelaporan, layanan pendukung, serta pendekatan yang berorientasi pada korban.
Salah satu survei yang dikutip UN Women menemukan bahwa 51 persen mahasiswa di Australia mengalami pelecehan seksual setidaknya sekali pada 2016. Data tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keamanan kampus bukan isu yang hanya terjadi di satu negara atau institusi tertentu.
Di Indonesia sendiri, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi telah memiliki kerangka kebijakan. Pemahaman tersebut penting agar mahasiswa mengetahui hak, tanggung jawab, batas perilaku, serta saluran yang dapat digunakan ketika menghadapi atau menyaksikan kekerasan.
Karena itu, pembentukan budaya akademik yang sehat seharusnya berjalan bersamaan dengan penguatan kemampuan intelektual. Kampus yang mendorong kebebasan berpikir juga perlu memastikan kebebasan tersebut berlangsung dalam lingkungan yang aman dan saling menghormati.
Mahasiswa Pascasarjana Menuju Peneliti dan Pengembang Ilmu
Gambaran mengenai pendekatan tersebut terlihat dalam Sosialisasi Pembelajaran (Sospem) mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1–2 September 2026 di Kampus Sambilegi.
Kegiatan bertema “Designing the Future, Transcending the Boundaries of Knowledge” tersebut diikuti 145 mahasiswa baru pascasarjana, terdiri atas 124 mahasiswa Magister dan 21 mahasiswa Doktor.
Rangkaian kegiatan tidak hanya memperkenalkan layanan akademik, tetapi juga mengarahkan mahasiswa pada metodologi penelitian, integrasi-interkoneksi keilmuan, pemanfaatan AI dalam pengembangan ilmu pendidikan, etika akademik, serta pentingnya lingkungan kampus yang aman.