news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral! Ruko di Pasar Minggu Diduga Jadi Markas Loker Palsu, Polisi Turun Tangan Selidiki.
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram badanperwakilannetiizen

Ruko di Pasar Minggu Diduga Tawarkan Loker Palsu: "Dimintain Uang Berapa? Rp1,3 Juta! Keluar, Ini Penipuan!"

Video penggerebekan ruko diduga tempat loker palsu di Pasar Minggu viral. Terungkap percakapan soal permintaan uang Rp1,3 juta kepada calon pekerja
Rabu, 2 September 2026 - 17:38 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus dugaan penipuan berkedok lowongan kerja atau loker palsu kembali viral dan menghebohkan media sosial. 

Kali ini, sebuah ruko di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi sorotan setelah didatangi sejumlah orang yang mengaku menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan penipuan pencari kerja.

Aksi tersebut direkam dan diunggah melalui akun Instagram @badanperwakilannetizen2. Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat mendatangi ruko yang diduga menjadi lokasi perekrutan tenaga kerja. 

Mereka bahkan sempat terlibat percakapan dengan orang-orang yang berada di dalam bangunan tersebut.

Salah satu bagian video yang paling menyita perhatian adalah ketika seorang pria yang diduga calon pelamar mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp1,3 juta. 

Percakapan tersebut kemudian membuat situasi di dalam ruko semakin tegang hingga pihak yang merekam video meminta calon pelamar meninggalkan lokasi.

Datang dengan Dalih Melamar Kerja

Dalam rekaman tersebut, salah seorang perekam video terdengar mengatakan bahwa mereka datang untuk mencoba melamar pekerjaan.

“Ini tempatnya. Kita akan coba melamar kerja,” ujar salah seorang perekam video.

Tak lama kemudian, seorang sekuriti menghampiri rombongan tersebut. Situasi mulai memanas ketika sekuriti meminta mereka pergi dan mengatakan bahwa polisi telah dihubungi.

“Apa? Kalian mau dibubarkan atau apa? Kami udah telepon polisi, ah sekarang mau ke sini,” ujar sekuriti tersebut.

Perekam kemudian memperkenalkan diri.

Viral! Ruko di Pasar Minggu Diduga Jadi Markas Loker Palsu, Polisi Turun Tangan Selidiki
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram badanperwakilannetiizen

“Halo, kami dari Badan Perwakilan Netizen.”

Mereka lalu masuk ke salah satu ruangan sambil kembali bertanya apakah ada orang di dalam. Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya mengenakan kemeja putih, celana panjang hitam, serta tas selempang hitam terlihat turun dari lantai dua.

Pria tersebut kemudian bertanya kepada salah seorang calon pelamar mengenai proses perekrutan.

“Daftar kerja ya? Dimintain uang berapa?” tanyanya.

“1,3 bang,” jawab calon pelamar.

“1,3?” pria tersebut kembali memastikan.

“Udah dikasih belum?”

“Belum, Bang.”

“Oke keluar, ini penipuan,” ujar pria tersebut.

Percakapan soal uang Rp1,3 juta itu menjadi salah satu bagian yang kemudian banyak diperbincangkan warganet. Dalam pemberitaan lain, sejumlah calon pencari kerja juga mengaku diminta membayar uang sekitar Rp1,3 juta dengan alasan untuk keperluan seragam.

Suasana Memanas, Pihak Ruko Sempat Ajak Masuk

Ketegangan kembali terjadi ketika seseorang lainnya keluar dari dalam ruko dan meminta agar mereka menemui pimpinan terlebih dahulu.

“Bapak mohon maaf ya, Pak. Bapak temui pimpinan dulu,” ujar pria tersebut.

Namun, ajakan itu ditolak oleh rombongan yang merekam video.

“Woe, gak perlu. Ini tempat penipuan, tempat penipuan,” terdengar suara dari dalam rekaman.

Perekam juga sempat menyebut nama kepolisian sambil mempertanyakan keberadaan orang-orang di dalam ruko.

“Polisi, ini tempat penipuan loh. Dekat kantor kalian loh. Ada berapa orang di dalam?” katanya.

Tidak lama kemudian, beberapa orang dari dalam ruko justru mengajak perekam untuk masuk.

“Sini, sini, sini. Lu ke dalam.”

Situasi kemudian semakin emosional. Seorang pria berkemeja merah terdengar berteriak kepada perekam.

“Woe ke dalam. Lu gak usah ngotot ya, anj**g. Lu gak usah ngotot ya.”

Percakapan tersebut memperlihatkan suasana yang sempat tegang ketika kedua pihak saling berhadapan di lokasi.

Polisi Sudah Cek Lokasi, Kasus Masih Didalami

Viralnya video tersebut kemudian mendapat perhatian kepolisian. Kapolsek Pasar Minggu Kompol Agus Pribadi mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan aktivitas loker palsu tersebut dan masih melakukan penyelidikan.

“Sementara, masih kita dalami atau masih dalam penyelidikan ya. Mohon waktu,” kata Agus.

Perkembangan lain disampaikan Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu Ipda Adarfa Siala. Polisi menyebut telah melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, proses penyelidikan masih berjalan dan saat itu belum ada laporan resmi dari pihak calon korban.

Karena itu, status ruko dan pihak-pihak yang berada di dalamnya masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Klaim mengenai adanya praktik penipuan juga belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum sebelum ditemukan bukti yang cukup.

Apabila nantinya penyidik menemukan adanya tindakan memperdaya calon pekerja untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum, ketentuan pidana mengenai penipuan dapat diterapkan. Pasal 492 KUHP mengatur penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak kategori V. 

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pencari kerja untuk berhati-hati terhadap perusahaan atau pihak perekrut yang meminta pembayaran sebelum seseorang resmi bekerja. Calon pelamar sebaiknya memastikan identitas perusahaan, alamat kantor, proses rekrutmen, serta alasan setiap pungutan sebelum menyerahkan uang maupun data pribadi.

Jika sebuah lowongan mengharuskan pelamar membayar sejumlah uang dengan alasan administrasi, seragam, pelatihan, atau jaminan pekerjaan, calon pelamar perlu memeriksa kembali legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan pekerjaan tersebut. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
02:43
05:51
04:43
02:08
01:14

Viral