- Istimewa
Menteri PANRB: Bukan Sekadar Pelatihan, Trade Corporate University Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul
Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi geopolitik yang fluktuatif serta transformasi dalam jaringan pasokan dunia telah menciptakan lanskap perdagangan yang penuh ketidakpastian.
Hal ini menyebabkan peluang bisnis maupun risiko pasar dapat bergeser secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat.
Di sisi lain, penetrasi digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) telah merombak total fundamental ekonomi—mulai dari mekanisme transaksi, cara kerja pasar, hingga strategi pemerintah dalam menyusun kebijakan publik.
Tekanan kian bertambah seiring dengan meningkatnya kompetisi global dan tuntutan terhadap standar keberlanjutan yang lebih ketat.
Menghadapi berbagai perubahan masif ini, solusi yang bersifat teknis seperti pembaruan regulasi atau adopsi teknologi saja tidaklah memadai.
Faktor manusia menjadi kunci utama. Oleh karena itu, aparatur sipil negara (ASN) di sektor perdagangan dituntut memiliki kecepatan belajar yang setara dengan laju perubahan zaman.
Hal ini krusial agar mereka tetap kompeten dan mampu bertransformasi menjadi future-ready trade talent atau talenta perdagangan yang siap menjawab tantangan masa depan.
"Saya sangat mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan karena hari ini kita melaksanakan peluncuran dua bekal penting, yakni arah jangka panjang melalui Cetak Biru SDM dan mesin pembelajaran melalui Trade Corporate University. Keduanya menjadi fondasi penting dalam menyiapkan ASN perdagangan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam sambutannya pada Peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9).
Menteri Rini menjelaskan, ada tiga kapabilitas strategi yang perlu di perkuat guna membangun SDM sektor perdagangan yang berdaya saing global.
Pertama, kebijakan dan negosiasi; Kedua, pengembangan ekspor; serta Ketiga, digital, data, dan kepemimpinan.
Menurutnya, untuk membangun tiga kapabilitas tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.
Di sinilah Trade Corporate University menjadi penting sebagai ekosistem pembelajaran terintegrasi.
"Ini juga sesuai dengan amanat UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa pembelajaran ASN harus berlangsung terus-menerus, terintegrasi dengan pekerjaan, terkait dengan komponen manajemen ASN, serta terhubung dengan ASN lintas instansi dan pihak lain," ungkapnya.