- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Cuma Soal Kecelakaan Kerja, Mengapa Sistem HSSE Makin Penting di Lingkungan Perusahaan?
tvOnenews.com - Keselamatan di tempat kerja sering kali baru menjadi perhatian besar setelah terjadi kecelakaan. Padahal, konsep Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dirancang untuk bekerja jauh sebelum sebuah insiden terjadi.
Di dalamnya terdapat upaya menjaga kesehatan pekerja, mencegah kecelakaan, mengendalikan ancaman keamanan, sekaligus mengurangi dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan.
Urgensi penerapan sistem tersebut terlihat dari data International Labour Organization (ILO). Organisasi tersebut memperkirakan hampir 3 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan, sementara sekitar 395 juta pekerja mengalami cedera kerja nonfatal.
Dari jumlah kematian tersebut, sekitar 2,6 juta berkaitan dengan penyakit akibat kerja dan sekitar 330 ribu disebabkan kecelakaan kerja.
Artinya, persoalan keselamatan kerja tidak berhenti pada bagaimana perusahaan mencegah pekerja terjatuh, tertabrak, atau mengalami kecelakaan di lapangan.
Risiko kesehatan jangka panjang, paparan lingkungan kerja, keamanan operasional, hingga dampak terhadap lingkungan juga menjadi bagian yang perlu dikelola.
Di Indonesia, pendekatan sistematis terhadap keselamatan dan kesehatan kerja juga telah memiliki landasan melalui PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang hingga kini berstatus berlaku.
HSSE Bekerja dari Pencegahan, Bukan Menunggu Insiden
Salah satu prinsip utama dalam pengelolaan HSSE adalah pencegahan. Perusahaan perlu mengidentifikasi potensi bahaya sebelum aktivitas dilakukan, menilai tingkat risikonya, menentukan langkah pengendalian, kemudian memastikan pengendalian tersebut benar-benar diterapkan.
Karena itu, pelatihan dan induksi pekerja menjadi bagian penting. Pekerja yang baru memasuki suatu lingkungan operasional perlu mengetahui prosedur keselamatan, potensi bahaya, penggunaan peralatan, jalur evakuasi, hingga tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
ILO sendiri menekankan pentingnya sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat preventif, termasuk penguatan kerangka nasional, peningkatan kompetensi, pelaporan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta penerapan sistem manajemen keselamatan yang disesuaikan dengan karakteristik risiko setiap sektor.
Dalam praktiknya, perusahaan juga perlu melakukan pengawasan secara berkala. Temuan berupa unsafe act atau tindakan tidak aman dan unsafe condition atau kondisi tidak aman seharusnya tidak berhenti sebagai catatan.