- Istimewa
Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Sesko TNI Sosialisasi ke Sekolah di Tapin hingga Pantau Pengelolaan Lahan
Jakarta, tvOnenews.com - Strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kini mulai mengedepankan aspek preventif selain upaya pemadaman.
Salah satu fokus utamanya adalah menanamkan kesadaran kolektif sejak dini, terutama di kalangan generasi muda agar titik api tidak sempat muncul.
Langkah nyata ini diambil oleh Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI Dikreg 56 Tim 2 saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Tapin.
Sebanyak 250 siswa SMAN 1 Rantau dilibatkan dalam sesi edukasi yang mengupas tuntas pencegahan, teknik penanganan, hingga dampak buruk karhutla bagi kesehatan dan lingkungan.
"Kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengetahui bahaya karhutla, tetapi juga memahami bagaimana melakukan pencegahan sejak dini," ujar Marsma Syaid Haryana, Kadep Manajemen Sesko TNI yang memimpin rombongan Tim 2 tersebut.
Marsma Syaid menilai pelajar memiliki peran krusial dalam menyebarluaskan kesadaran lingkungan.
Ia berharap informasi yang didapat para siswa dapat diteruskan kepada lingkaran terdekat mereka, seperti keluarga dan teman sebaya.
"Harapannya, para siswa ini bisa menjadi agen yang ikut menyosialisasikan pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing," katanya.
Selain menyasar institusi pendidikan, Pasis Sesko TNI juga memperkuat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah.
Tim melakukan audiensi di Kantor Bupati Tapin yang dihadiri oleh Bupati H Yamani, Wakil Bupati H Juanda, Dandim 1010 Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, serta Kepala BPBD Tapin H M. Noor.
Pertemuan ini bertujuan mengumpulkan data lapangan dan mengevaluasi kendala dalam penanganan karhutla.
"Kami mendapatkan berbagai masukan dan data dari pemerintah daerah yang nantinya akan menjadi bahan kajian. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan karhutla ke depan," jelas Marsma Syaid Haryana.
Tak berhenti di situ, aspek tata kelola lahan turut menjadi perhatian. Pasis Sesko TNI mengunjungi Kantor BPN Kabupaten Tapin untuk berdiskusi dengan Kasi 2 Penetapan Hak dan Pendaftaran, Ahdi Fahtoni.
Fokus pembicaraan tertuju pada banyaknya lahan tidur di area permukiman yang pemiliknya berada di luar daerah, sehingga sering menjadi titik rawan kebakaran karena tidak terawat.
Terkait hal ini, Pasis menekankan pentingnya tanggung jawab pemilik lahan dalam menjaga kondisi properti mereka.
"Pemilik lahan juga perlu dilibatkan dalam upaya pencegahan. Jangan sampai lahan kosong yang berada di sekitar permukiman justru tidak terurus dan kemudian menjadi titik rawan kebakaran," tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pasis Sesko TNI Dikreg 56 berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara menyeluruh.
Dengan mengintegrasikan edukasi, koordinasi antar-lembaga, hingga pengawasan lahan, pencegahan kebakaran diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. (dpi)