Orang Utan Terjebak Asap Pekat Karhutla
Kotawaringin Timur, tvOnenews.com - Dua orangutan, terdiri atas induk dan anaknya, berhasil diselamatkan dari kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Sawit Raya, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Kedua orangutan tersebut ditemukan berada di pepohonan di tengah kawasan yang masih dipenuhi asap.Â
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran di kawasan gambut belum sepenuhnya padam dan masih terdapat titik panas di dalam tanah.
Penemuan orangutan bermula ketika petugas pemadam karhutla melihat keberadaan satwa dilindungi tersebut di lokasi kebakaran. Laporan kemudian diteruskan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
Tim rescue BKSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun langsung melakukan operasi penyelamatan. Laporan diterima pada siang hari, sedangkan proses evakuasi dilakukan pada malam hari.
Petugas memutuskan tidak menunda penyelamatan hingga keesokan harinya karena khawatir kedua orangutan berpindah sebelum tim tiba. Kondisi kawasan yang terbakar juga membuat pencarian satwa menjadi jauh lebih sulit.
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan dua individu orangutan, yakni seekor induk bersama anaknya. Keduanya diduga baru berpindah ke lokasi tersebut setelah habitat awal mereka terbakar.
Kondisi kawasan yang dipenuhi asap membuat kedua satwa tersebut diduga turut terpapar. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, dampak paparan asap terhadap kondisi fisik keduanya masih tergolong ringan dan tidak menunjukkan kondisi yang parah.
Setelah berhasil dievakuasi, induk dan anak orangutan tersebut dibawa ke Pangkalan Bun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih menyeluruh.
Selanjutnya, kedua satwa direncanakan dipindahkan ke habitat yang lebih aman, seperti Taman Nasional Tanjung Puting atau Suaka Margasatwa Lamandau.
Peristiwa ini menjadi salah satu dampak karhutla terhadap satwa liar. Kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menghancurkan habitat dan memaksa satwa keluar dari kawasan asalnya untuk mencari tempat berlindung.