news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peneliti Siber Indonesia Bongkar Celah Keamanan, NASA Ganjar Pengakuan LOR.
Sumber :
  • Istimewa

Peneliti Siber Indonesia Bongkar Celah Keamanan, NASA Ganjar Pengakuan LOR

National Aeronautics and Space Administration (NASA) turut memberikan pengakuan Letter of Recognition (LOR) terhadap praktisi keamanan siber Indonesia, Stephanus Sunarto Purnomo.
Jumat, 4 September 2026 - 02:02 WIB
Reporter:
Editor :

Namun, untuk mengetahui apakah sejumlah kelemahan tersebut dapat dirangkai menjadi sebuah attack path, diperlukan analisis dan penalaran manusia.

Karena itu, tingkat keparahan sebuah kerentanan secara individual belum tentu menggambarkan risiko akhirnya. 

Penilaian juga harus mempertimbangkan exploitability, tingkat paparan, hak akses, sensitivitas data, serta potensi dampaknya terhadap organisasi.

Dalam proses penelitian, Stephanus menekankan pentingnya responsible disclosure. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan bukti yang cukup tanpa menimbulkan kerusakan terhadap sistem maupun data.

Ia menyebut tidak melakukan perubahan atau penghapusan data, mengganggu layanan, menyalahgunakan akun, maupun menyebarkan atau menjual kredensial yang ditemukan.

Informasi sensitif seperti endpoint spesifik, token, kredensial, payload, konfigurasi internal, serta metode bypass juga tidak dipublikasikan untuk mencegah penyalahgunaan.

Setelah temuan didokumentasikan dan dilaporkan melalui mekanisme yang sesuai, Stephanus memperoleh Letter of Recognition dari NASA.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam aktivitasnya sebagai security researcher. 

Baginya keberhasilan dalam penelitian keamanan bukan hanya soal menemukan celah tetapi juga mampu membuktikan risikonya melaporkannya melalui jalur yang tepat, dan menjaga batas etika selama proses pengujian.

Pengalaman tersebut juga ia bawa dalam aktivitas mentoring. 

Menurutnya generasi baru praktisi keamanan siber perlu dibekali bukan hanya kemampuan menggunakan tools, tetapi juga kemampuan berpikir seperti penyerang, memahami perspektif pertahanan, serta mengetahui batas tanggung jawab ketika menemukan sebuah celah.

Temuan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa peneliti keamanan siber Indonesia memiliki peluang untuk berkontribusi dalam ekosistem keamanan digital global.

Bagi Stephanus, pengakuan dari NASA bukanlah akhir, melainkan pengingat bahwa bidang keamanan siber terus berkembang dan membutuhkan pembelajaran berkelanjutan.

“Cybersecurity bukan tentang seberapa jauh kita dapat menembus sebuah sistem. Cybersecurity adalah tentang menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan pihak yang berniat buruk, membuktikan risikonya, dan membantu membuat sistem menjadi lebih aman,” ujarnya.(raa)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
01:48
04:36
03:17
02:45
03:13

Viral