- istimewa - antaranews
Bursa Mineral Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Komoditas Global
Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama mineral dunia, sekaligus membuka jalan bagi Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjadi price taker, tetapi mulai berperan sebagai price setter di pasar global.
Bagi Indonesia, langkah ini memiliki arti penting seiring besarnya peran industri mineral dalam perekonomian nasional. PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID sebagai holding industri pertambangan nasional mengelola sejumlah komoditas mineral strategis, sehingga penguatan ekosistem perdagangan, transparansi transaksi, dan pembentukan referensi harga di dalam negeri menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tawar industri mineral nasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan pemerintah ingin membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai instrumen perdagangan sendiri. Bursa tersebut diharapkan menjadi fondasi pembentukan Indonesia Reference Price, sehingga Indonesia memiliki referensi harga untuk berbagai komoditas utama ekspor.
Kepala Negara mengatakan Indonesia selama puluhan tahun telah menjadi salah satu produsen berbagai komoditas penting dunia, termasuk nikel, timah, batu bara dan emas. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memiliki instrumen perdagangan sendiri agar tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan harga komoditas.
"Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia, kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia. Kita ingin jadi Indonesia tempat komoditas diperdagangkan," ujar Prabowo.
CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nantinya dapat berjalan beriringan dengan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, bursa mineral dapat menjadi mekanisme perdagangan yang memperkuat transparansi sekaligus mendukung pembentukan harga secara terbuka.
"Bursa mineral ini kan sifatnya lebih spot, spot market," kata Rosan.
Rosan mengatakan pengembangan fitur bursa perlu disesuaikan dengan karakteristik perdagangan mineral. Kehadiran bursa tersebut diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola transaksi, termasuk membuat pembentukan harga dapat dilihat secara terbuka oleh berbagai pihak.
Menurut dia, bursa mineral memiliki fungsi yang melengkapi instrument ekosistem mineral di Indonesia. Bursa mineral diharapkan menjadi instrumen perdagangan dan pembentukan harga yang lebih terbuka.