news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bursa Mineral Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Komoditas Global.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Bursa Mineral Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Komoditas Global

Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia
Jumat, 4 September 2026 - 18:48 WIB
Reporter:
Editor :

Dukungan terhadap rencana tersebut datang dari pelaku industri. Ketua Unum Federasi Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengatakan asosiasi mendukung upaya pemerintah membangun sistem perdagangan komoditas yang lebih transparan.

Menurut Arif, industri juga memiliki kepentingan untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia diperdagangkan secara sehat dan terhindar dari praktik under-invoicing maupun transfer pricing. FINI bersama sejumlah asosiasi lain telah membentuk task force untuk memberikan masukan kepada DSI dalam penyusunan platform yang tengah dikembangkan.

"Siapa sih yang rido sumber daya kita ada under-invoicing kemudian transfer pricing, kan enggak juga. Kita enggak rido juga. Dari sisi asosiasi, dari FINI kami dukung," ujar Arif.

Arif menilai pembentukan referensi harga menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ekosistem perdagangan mineral nasional. Menurut dia, rencana Bursa Mineral Indonesia juga berkaitan dengan kebutuhan Indonesia untuk memiliki acuan harga sendiri.

"Bursa mineral Indonesia saya kira tujuannya ke situ ya kalau apa yang disampaikan Pak Prabowo. Kita harus menentukan itu," ujarnya.

Penguatan mekanisme perdagangan dan pembentukan referensi harga domestik pada akhirnya dapat memperkuat posisi pelaku industri mineral nasional, terutama perusahaan yang memiliki portofolio komoditas strategis dan berperan besar dalam rantai pasok mineral Indonesia.

Dengan membangun bursa sendiri, Indonesia tidak hanya berupaya meningkatkan transparansi transaksi, tetapi juga membangun infrastruktur pasar yang dapat mendukung terbentuknya harga komoditas dari dalam negeri. 

Langkah tersebut menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan daya tawar Indonesia dan mendorong pergeseran posisi dari price taker menuju global price setter bagi komoditas strategis. (aag) 

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral