- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Kampus Mulai Serius Ajarkan AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Muda di Dunia Kerja
Pengembangan pendidikan AI perlu diarahkan agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi.
“Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen universitas untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M..
Meski demikian, tantangan pendidikan AI sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar menambah program studi atau mata kuliah baru. Perubahan teknologi yang cepat membuat pengetahuan yang diperoleh mahasiswa hari ini harus terus diperbarui agar tetap relevan ketika mereka memasuki dunia profesional.
Dunia Kerja Mencari Manusia yang Bisa Mengendalikan AI
Meningkatnya penggunaan AI juga tidak serta-merta berarti seluruh pekerjaan manusia akan digantikan mesin. Justru, kompetensi manusia tertentu menjadi semakin penting ketika teknologi semakin banyak digunakan.
Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 62 persen responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting pada era AI. Sementara itu, 60 persen responden menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.
Artinya, persoalan baru di dunia kerja bukan hanya bagaimana menghasilkan sesuatu dengan AI, melainkan bagaimana memastikan hasil tersebut benar, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Manusia tetap diperlukan untuk memahami konteks, menguji informasi, menentukan keputusan, serta mempertimbangkan dampak dari penggunaan teknologi.
“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I.
Perspektif industri juga memperlihatkan kebutuhan yang serupa. Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, mengatakan kompetensi teknis perlu berjalan bersama kemampuan memahami persoalan bisnis.