- Istimewa
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta, Siapa Dia?
Arya Wiraraja tidak hanya dikenal sebagai seorang penguasa. Ia juga disebut memiliki kemampuan dalam membaca dinamika politik dan menyusun strategi. Namanya dalam sejarah Nusantara berkaitan dengan Raden Wijaya dan proses awal berdirinya Majapahit, termasuk menghadapi kedatangan pasukan Tartar dari Mongol.
Warisan sejarah tersebut menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Sumenep. Tradisi yang kuat berjalan beriringan dengan pengalaman panjang masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.
Dari lingkungan dengan latar tradisi kerajaan tersebut, Hendriyanto Attan tumbuh dan kemudian menjalani perjalanan pengabdian di berbagai bidang. Kiprahnya mencakup organisasi kemasyarakatan, dunia profesional, hingga ruang pengabdian sosial dan kebangsaan.
Di lingkungan NU, Attan dikenal sebagai salah satu aktivis muda. Ia dipercaya menjabat Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU dan Wakil Bendahara Majelis Nasional KAHMI.
Kiprah Attan juga berkembang di sektor profesional. Ia tercatat dipercaya sebagai advisor di sejumlah BUMN, antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang (Antam), PT Timah, PT Pupuk Indonesia, PT Waskita Karya, dan PT Pos Indonesia.
Pengalaman tersebut mempertemukan sejumlah bidang yang menjadi bagian dari perjalanan Attan, mulai dari aktivisme organisasi, profesionalisme, hingga pengabdian sosial dan kebangsaan.
Pemberian gelar Kanjeng Raden Haryo kepada Attan pun dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan sekaligus amanah kultural. Gelar tersebut membawa tanggung jawab moral bagi penerimanya untuk menjaga nilai-nilai luhur tradisi keraton sekaligus menerapkannya secara relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
“Bagi saya gelar ini mempertemukan dua latar kebudayaan. Tumbuh di Madura yang memiliki sejarah kerajaan, kemudian memperoleh penghormatan dari Keraton Surakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa,” tutur dia. (rpi)