news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian..
Sumber :
  • Kemendagri

Inflasi Indonesia 3,19 Persen, Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Atensi Sejumlah Kenaikan Harga Komoditas Pangan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memaparkan kondisi inflasi nasional untuk periode Agustus 2026. Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia tercatat berada di angka 3,19 persen dibandingkan Agustus 2025.
Senin, 7 September 2026 - 17:19 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memaparkan kondisi inflasi nasional untuk periode Agustus 2026. Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia tercatat berada di angka 3,19 persen dibandingkan Agustus 2025.

Sementara itu, untuk perbandingan bulanan (month-to-month), terjadi kenaikan indeks harga sebesar 0,21 persen pada Agustus 2026 terhadap Juli 2026.

Mendagri menjelaskan bahwa kenaikan ini didominasi oleh fluktuasi harga di sektor makanan dan minuman. Beberapa komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026, di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (7/9).

Menyikapi kondisi tersebut, Mendagri meminta pemerintah daerah (Pemda) memberikan perhatian terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga, terutama di daerah yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya tekanan harga. 

Intervensi dapat dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan pasar murah.

"Yang perlu kita waspadai, dan perlu kita intervensi, agar harga, terutama makanan-minuman di wilayah yang spesifik ada datanya di BPS ... agar di daerah-daerah tersebut kita berikan atensi, dukungan, termasuk misalnya beras SPHP, pasar murah, dan lain-lain. Kemudian, kita juga perlu waspadai potensi produksi yang bisa menurun, karena adanya kemarau panjang, karhutla, dan lain-lain," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri membeberkan daerah dengan tingkat inflasi tertinggi, yakni Provinsi Maluku Utara dengan angka 5,28 persen. 

Untuk tingkat kabupaten, Kabupaten Kapuas mencatat angka tertinggi, yakni sebesar 6,2 persen, sedangkan tingkat kota ditempati Kota Ternate dengan angka 5,75 persen.

Di sisi lain, Mendagri turut memberikan apresiasi kepada daerah dengan tingkat inflasi yang dinilai terkendali, yakni Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen, Kabupaten Morowali sebesar 1,22 persen, dan Kota Palopo sebesar 1,73 persen. 

"Ini minggu lalu ini terbaik dari 98 kota yang ada, Kota Palopo. Terima kasih," tambahnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
06:54
04:52
03:44
08:04
05:59

Viral